Dajjal mengaku sebagai Tuhan. Ia membungkus kebatilan yang dibawanya dengan hal-hal luar biasa, sampai-sampai ada orang yang mendatanginya dengan keyakinan bahwa kebatilan Dajjal tak akan menimpa dirinya, namun begitu melihat hal-hal luar biasa dalam diri Dajjal itu, ia segera jadi pengikut Dajjal.
BACA JUGA: Masjidil Aqsha Tidak Dimasuki Dajjal
Dalam Sunan Abi Dawud diriwayatkan dengan sanad sahih dari Imran ibn Hushain bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa mendengar Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Allah, ada seorang lelaki yang datang kepadanya dengan penuh percaya diri sebagai mukmin, namun ternyata lelaki itu mengikutinya juga, karena tipu daya yang dilakukannya.”
Orang yang mengamati perkara Dajjal akan yakin bahwa Dajjal adalah penyebar kebatilan. Sifat-sifat ketuhanan tidak ada padanya. Dajjal adalah seorang manusia yang miskin, lemah, makan-minum, tidur, buang air kecil dan besar. Orang seperti ini mustahil menjadi Tuhan yang layak disembah oleh semua makhluk. Bagaimana mungkin, padahal ia sendiri butuh kepada makhluk!
BACA JUGA: Hikmah Tak Diketahuinya Waktu Kiamat
Rasulullah ﷺ banyak menginformasikan sifat dan keadaannya agar orang-orang mukmin yang hidup di masanya mengenalinya dengan baik, mampu menghadapinya, dan tidak tertipu oleh kebatilannya. []
Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


