JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Sombong

Rasulullah ﷺ mengabarkan dalam sebuah hadis bahwa tidak akan masuk surga orang yang ada di dalam hatinya terdapat kesombongan. Beliau ﷺ bersabda, “Tidak akan masuk surga, orang yang ada di dalam hatinya sebesar biji sawi kesombongan.” Lalu ada seorang lelaki dari sahabat Rasulullah ﷺ berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami ingin agar bajunya bagus, demikian pula sandalnya bagus, apakah itu termasuk kesombongan wahai Rasulullah?” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Adapun kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia,” (HR. Muslim, no.91).

Dalam hadis ini Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa kesombongan menghalangi seseorang untuk masuk ke dalam surga. Dan Rasulullah ﷺ juga menjelaskan hakikat kesombongan, bahwa kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh manusia. Ketika suatu kebenaran telah sampai kepada seseorang, berupa Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ, kemudian ia menolaknya karena kelebihan yang ia miliki atau kedudukan yang ia miliki. Maka ini menunjukkan adanya kesombongan dalam dirinya.

Rasulullah ﷺ mengatakan, sombong itu menolak kebenaran, dan kebenaran itu adalah apa yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, berupa Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ. Betapa banyak kesombongan yang menyebabkan seseorang terhalang dari kebenaran. Lihatlah iblis la’anahullah, ia tidak mau sujud kepada Nabi Adam ‘Alaihissalam karena kesombongan yang ada dalam hatinya. Allah Ta’ala berfirman, “Ia enggan dan sombong sehingga ia pun termasuk orang-orang kafir,” (QS. Al Baqarah: 34).

Lihatlah Fir’aun, ia merasa sombong dengan kelebihannya, ia merasa sombong dengan kedudukan yang ia miliki. Sehingga ia menolak dakwah yang disampaikan Nabi Musa ‘Alaihisshalatu was Salam. “Kami utus Musa dan Harun kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa,” (QS. Yunus: 75). Maka lihatlah wahai saudaraku, orang yang sombong biasanya ia tidak bisa mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Orang yang sombong itu pada hakikatnya tidak menyadari jati dirinya, tidak menyadari siapa dia sebenarnya. Bahwa dia hakikatnya adalah seorang hamba, hamba yang tidak punya dan tidak memiliki apa-apa. Dia faqir kepada Allah, faqir kepada rahmat-Nya dan karunia-Nya. Lalu untuk apa ia menyombongkan diri dengan segala kelebihannya sementara pada hakikatnya ia tidak memiliki apapun. Allah Ta’ala berfirman, “Wahai umat manusia! Kalian adalah fakir kepada Allah. Adapun Allah, maka Dia Maha Kaya lagi Maha Terpuji,” (QS. Fathir: 15). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

4 Makna Kata Fitnah dalam Al-Quran

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (2-Habis)

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (1)

Kajian

Hukum Menjual Daster (2-Habis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *