JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tahukah Anda

Talbis Iblis terhadap Para Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah (2-Habis)

Sebagian dari mereka ada yang menampakkan kesan penghayatan melebihi apa yang ada dalam hatinya. Itu terjadi karena banyaknya orang yang datang kepada mereka, yang tentunya menuntut ke pura-puraan. Sehingga jiwa mereka pun berusaha mengkreasi tangisan dan kekhusuan berlebih.

Siapa saja di antara mereka ada yang berdusta, niscaya dia merugi dunia akhirat. Dan siapa saja yang jujur, maka kejujurannya tidak terlepas dari riya yang menodainya.

Di antara mereka ada yang melakukan gerakan-gerakan mengiringi bacaan yang dilakukan. Nada-nada yang mereka perlihatkan apabila di zaman ini menyerupai nyanyian, sehingga ia lebih layak dikatakan haram daripada makruh. Sang qori bernyanyi, sedangkan ceramah menyanyikan kisah asmara dengan bertepuk tangan dan kedua kakinya menghentak-hentak mirip orang mabuk.

BACA JUGA: Talbis Iblis terhadap Para Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah (1)

Hal itu membuat jiwa berkejolak serta membangkitkan semangat. Laki-laki ataupun wanita berteriak histeris sambil merobek-robek pakaian yang dikenakan.

Hal itu terjadi karena nafsu yang terpendam. Kemudian mereka keluar, lantas menyerukan: “Ini adalah majelis yang bagus.” Maksud bagus itu adalah perbuatan haram yang dilakukan padanya.

Di antara mereka juga ada yang melakukan seperti yang disebutkan di atas, tapi dia membuat syair-syair ratapan terhadap orang-orang yang telah mati. Tujuannya menggambarkan ujian yang telah dialami, lagi menyinggung keterasingan dan orang yang mati dalam keadaan terasing. Dia membuat kaum wanita menangis dan majelis berubah menjadi majelis ratapan kematian.

Padahal seharusnya ia mengingatkan untuk bersikap sabar atas kematian orang tercinta. Bukan malah mendorong untuk bersedih hati.

Di antara mereka ada yang berani berbicara mengenai esensi sikap zuhud dan kecintaan kepada Allah. Lalu, iblis membisikkan tak lebih ke dalam hatinya: “Sungguh, kamu ini termasuk orang yang memiliki sifat demikian, kalau kamu tidak menyifati hingga kamu benar-benar mengetahui apa yang kamu sifati itu, dan kamu telah menempuh jalan yang seharusnya ditempuh.”

Cara menyingkap iblis ini adalah dengan menjelaskan bahwasanya upaya menikmati Allah juga termasuk ilmu, Adapun suluk bukanlah ilmu. Di antara mereka ada yang berbicara mengenai berbagai bencana dan penyimpangan yang keluar atau bertentangan dengan syariat Islam mereka mengungkapkan syair-syair kasmaran yang tujuannya ialah memperbanyak histeria di majelisnya, sekalipun didasari oleh ucapan yang batil.

BACA JUGA:  Keyakinan Iblis

Cukup banyak dari mereka yang memperindah ucapan dengan ungkapan yang tidak punya makna sama sekali. Mayoritas pembicaraan mereka hanya seputar Musa dan Gunung Thur atau ikhwal Yusuf dan Zulaiha. Hampir tak pernah mereka menyinggung perkara-perkara wajib dan tidak pula mencegah manusia dari perbuatan dosa.

Jika demikian kapan pelaku zina dan pemakan riba itu bertaubat kepada sang pencipta? Jika demikian kapan seorang wanita mengetahui hak suaminya dan dapat menjaga shalatnya?

Alangkah jauh kebaikan syariat tersebut dapat tercapai apabila mereka tetap tersesat demikian! []

Habis | Sumber: Talbis Iblis, Tipu Muslihat dan Perangkap Iblis dalam Menjerumuskan Manusia ke Jurang Kehancuran,karya Ibnu Jauzi, Pustaka Imam As Syafi’i, Cetakan 2020 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tahukah Anda

Orang Cerdas Adalah Orang yang Dapat Mengendalikan Nafsu

Tahukah Anda

Siapa Lukmanul Hakim, Bukan Nabi, tapi Namanya Disebutkan dalam Al-Quran?

Tahukah Anda

10 Sahabat Nabi yang Dijanjikan Masuk Surga

Tahukah Anda

Sabar, Harta yang Tidak Bisa Dicuri

Leave a Reply