JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Muhasabah

Waspada dari Futur (Lemah Semangat Ibadah)

Jauh dari Allah, Ketakutan Seorang Mukmin

Futur adalah penyakit hati yang sering datang tanpa terasa.
Ia melemahkan semangat, melalaikan dari ibadah, dan perlahan menjauhkan dari kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10)

Apa itu futur?
Futur adalah kondisi menurun semangat dalam ketaatan. Bisa berupa:

Malas ibadah
Berat membaca Al-Qur’an
Hati terasa keras
Mudah melakukan maksiat
Sibuk dengan dunia, lalai dari akhirat

BACA JUGA:  3 Sebab Futur

Bahaya futur

Jika dibiarkan, futur bisa:

Menghentikan amal kebaikan
Menjerumuskan pada dosa
Bahkan menyerupai sifat orang munafik

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap amal ada masa semangatnya, dan setiap semangat ada masa futur. Barangsiapa futurnya tetap di atas sunnahku, maka ia beruntung.”

Penyebab futur di antaranya:

Kurang ikhlas
Lemah ilmu agama
Cinta dunia berlebihan
Terjatuh dalam maksiat
Tidak punya tujuan hidup yang jelas
Tidak menjaga ibadah harian

BACA JUGA:  Sebab Awal Futur

Cara mengatasi futur:

Perbanyak doa: “Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik.”
Dekat dengan Al-Qur’an (baca, pahami, tadabbur)
Jaga dzikir dan ibadah harian
Cari lingkungan yang baik
Atur waktu dan disiplin
Variasikan ibadah agar tidak jenuh
Ingat mati dan akhirat

Renungan

Futur itu wajar… tapi berbahaya jika dibiarkan.
Yang terbaik bukan yang selalu semangat,
tapi yang tetap istiqamah meski semangat naik turun. []

RUJUKAN: AR-ISLAMWAY.NET

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Muhasabah

Saudaraku, Jika Usiamu Sudah 40 Tahun

Muhasabah

Ikhtiarkan untuk Olahraga agar Tubuh Sehat

Muhasabah

Panjang Angan-Angan, Pendeknya Umur

Muhasabah

Kapan Kita Mau Rajin Bersyukur?