Dalam hidup, hampir semua orang ingin mendapatkan keuntungan.
Pedagang ingin untung.
Pengusaha ingin berkembang.
Orang bekerja ingin mendapatkan hasil.
Namun ada satu jenis perniagaan yang keuntungannya tidak pernah habis.
Allah Ta’ala menyebutnya dalam Al-Qur’an:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS. Fathir: 29).
BACA JUGA: Kerugian Jika Tidak Berdoa
Ayat ini menyebut tiga amalan utama yang menjadi perniagaan dengan Allah.
1. Membaca Kitab Allah
“الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ”
Mereka yang membaca Kitab Allah.
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk mendapatkan pahala, tetapi petunjuk untuk menjalani kehidupan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi).
Maka jangan biarkan hari berlalu tanpa berinteraksi dengan Al-Qur’an.
2. Menegakkan Shalat
“وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ”
Bukan sekadar mengerjakan shalat, tetapi menegakkannya.
Shalat dijaga waktunya, syarat dan rukunnya, serta diusahakan kekhusyukannya.
Shalat adalah hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
3. Menginfakkan Rezeki
“وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ”
Mereka mengeluarkan sebagian dari apa yang Allah berikan.
Menariknya, Allah menyebut “dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Artinya, apa yang kita keluarkan sebenarnya berasal dari Allah.
Kita hanya sedang menggunakan sebagian rezeki itu untuk mencari keuntungan akhirat.
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa mereka mengharapkan pahala dari Allah melalui amal-amal tersebut, dan perniagaan itu tidak akan binasa atau merugi.
Inilah perniagaan yang luar biasa.
BACA JUGA: Kerugian Memakan Bangkai
Kita membaca Al-Qur’an.
Kita menegakkan shalat.
Kita menginfakkan rezeki.
Modalnya berasal dari Allah.
Kesempatannya juga diberikan oleh Allah.
Dan keuntungannya kembali kepada kita.
Sementara perniagaan dunia bisa bangkrut dalam satu malam, perniagaan dengan Allah tidak akan pernah merugi.
Maka, jangan hanya sibuk menghitung keuntungan dunia.
Mulailah menghitung bekal menuju akhirat.
Sebab suatu hari nanti, semua perdagangan akan berhenti.
Tetapi orang yang melakukan “تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ”—perniagaan yang tidak akan merugi—akan membawa keuntungan itu sampai ke hadapan Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


