JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

3 Perusak Ilmu

Waspadailah lima perusak ilmu berikut.

1. Kelalaian.

Lalai menjadi penghalang terbesar bagi para pembelajar untuk memahami ilmu yang dipelajarinya.

Allah berfirman,

ولا تكن من الغافلين

“Janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’rof: 205)

Lawannya lalai adalah kesungguhan dan kesabaran. Dari Abu Huroiroh bahwa Rasulullah mengingatkan, “Bersemangatlah dalam meraih hal bermanfaat bagimu dan minta tolonglah pada Allah dan jangan merasa lemah.” (HR. Muslim 2664)

BACA JUGA:  Nasihat-nasihat Ali bin Abi Thalib, Sang Gerbang Ilmu

Lihat bagaimana kesungguhan dan kesabaran para ulama dalam tholabul ‘ilmi. Di antara mereka ada yang mempelajari kitab “Shohih Al-Bukhari” hanya beberapa malam seperti Al-Khothib Al-Baghdadi.

Ada yang menghabiskan waktunya dalam sehari untuk mempelajari 12 bab ilmu yang berlainan seperti Al-Imam An-Nawawi.

Berkat kesungguhan dan kesabaran Allah karuniakan baiknya pemahaman dan kesholihan dalam beramal. Sebab itu Yahya bin Abi Katsir mengingatkan puteranya, “Sungguh ilmu ini tidak akan dicapai dengan badan yang santai.”

2. Ujub

Artinya kagum terhadap dirinya sendiri lantaran punya kelebihan. Ujub termasuk penyakit hati yang sering tidak disadari oleh penderitanya.

Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, “Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada ujub dan berlebihan memandang diri berjasa.” (Al-Fawa’id hal. 147)

Pengaruh ujub ini sangat berbahaya karena merusak keikhlasan akibatnya ilmu yang dipelajari tidak barokah. Sedangkan lawan dari ujub adalah tawadhu’ dan menyadari aibnya diri.

3. Kesombongan.

Sombong didefinisikan oleh Nabi yaitu menolak kebenaran dan menghinakan manusia.

BACA JUGA:  Imam Ahmad Mencari Ilmu

Orang yang sombong dengan ilmunya menjadikan dirinya suka berjidal (berdebat) dalam hal yang tidak perlu.

Dia mencari-cari dalil untuk mendapat pembenaran, menolak kebenaran, serta melontarkan tuduhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Perusak ilmu adalah kesombongan.” (Ar-Rodd ‘ala Asy-Syadzili hlm. 207)

Lawannya sombong adalah khudhu’ yaitu ketundukan kepada kebenaran. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

3 Larangan bagi Seorang Muslim

Kajian

Tanda-tanda Husnul Khatimah

Kajian

Ayat Terakhir Al-Quran

Kajian

Yang Membuat Kaum Muslimin Tegar: Al-Qur'an

Leave a Reply