Urwah bin Zubair rahimahullah adalah seorang ulama besar dari kalangan tabi’in yang terkenal dengan keluasan ilmu, keteguhan ibadah, dan kesabaran luar biasa. Beliau adalah putra dari Zubair bin al-‘Awwam — salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga — dan Asma binti Abu Bakar, kakak dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dengan demikian, Urwah tumbuh di lingkungan keluarga mulia yang dipenuhi cahaya ilmu dan keimanan.
Sejak kecil, ia dikenal tekun belajar dan sangat mencintai ilmu. Ia berguru langsung kepada bibinya, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dan menjadi salah satu murid terbaiknya. Dari beliau, Urwah meriwayatkan banyak hadits yang menjadi sumber penting dalam fiqih dan sirah Nabi ﷺ.
Selain sebagai ahli hadits, Urwah juga dikenal sebagai seorang faqih besar di Madinah dan termasuk dari tujuh fuqaha Madinah (al-fuqaha as-sab‘ah), yang menjadi rujukan umat pada masanya. Keteguhan imannya tampak jelas ketika ia diuji dengan penyakit yang menyebabkan satu kakinya harus diamputasi, sementara salah satu putranya meninggal di waktu yang sama.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Muhammad bin Ali bin Abi Thalib
Meski demikian, ia tetap memuji Allah dan berkata dengan sabar, “Ya Allah, Engkau telah memberiku empat anggota, lalu Engkau ambil satu. Engkau berikan empat anak, lalu Engkau ambil satu. Maka segala puji hanya bagi-Mu atas apa yang Engkau tinggalkan dan apa yang Engkau ambil.” Kisah hidup Urwah bin Zubair menjadi teladan tentang keteguhan dalam menghadapi ujian, keikhlasan dalam beramal, dan kecintaan mendalam terhadap ilmu agama.
Berikut beberapa mutiara nasihat dari Urwah bin Zubair:
وَعَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: قَالَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ رُبَّ كَلِمَةِ ذُلُّ احْتَمَلْتُهَا أَوْرَثَتْنِي عِرًّا طَوِيلًا.
Dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya berkata, Urwah bin Zubair berkata, “Betapa banyak aku menahan diri untuk mengucapkan sebuah kalimat yang hina, kemudian hal itu mewariskan kemuliaan yang berkepanjangan.” (11/85).
قَالَ : إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَاعْلَمْ أَنَّ لَهَا عِندَهُ أَخَوَاتُ، وَإِذَا رَأَيْتَهُ يَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَاعْلَمْ أَنَّ لَهَا عِنْدَهُ أَخَوَاتُ فَإِنَّ الْحَسَنَةَ تَدُلُّ عَلَى أُخْتِهَا، وَإِنَّ السَّيِّئَةَ تَدُلُّ عَلَى أُخْتِهَا.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Urwah bin Zubair
Urwah bin Zubair berkata, “Jika engkau melihat seseorang melakukan kebaikan, ketahuilah bahwa kebaikannya itu pasti memiliki banyak saudara. Dan jika engkau melihatnya melakukan kejelekan, ketahuilah bahwa kejelekannya itu pasti memiliki banyak saudara. Karena sesungguhnya sebuah kebaikan itu menunjukkan kepada saudaranya (kebaikan yang lain), dan kejelekan menunjukkan kepada saudaranya (kejelekan yang lain).” (11/85). []
قَالَ عُرْوَةُ لِبَنِيهِ : يَا بُنَيَّ تَعَلَّمُوا فَإِنَّكُمْ إِنْ تَكُونُوا صِغَارَ قَوْمٍ عَسَى أَنْ تَكُونُوا كِبَارَهُمْ وَاسَوْأَتَاهُ مَاذَا أَقْبَحُ مِنْ شَيْخِ جاهل.
Urwah berkata kepada putra-putranya, “Duhai anak-anakku, belajarlah karena jika kalian adalah orang-orang yang berusia muda di sebuah kaum, boleh jadi kalian akan menjadi pembesar mereka. Alangkah buruknya, adakah yang lebih buruk dari orang tua yang bodoh?” (11/85).
Sumber: Ensklopedia Hikmah / Penulis: Ibnul Andil Bari El-“Afifi / Penerbit: Kuttab / Cetakan 1, 2021
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


