Ketika Rasulullah ﷺ mengisahkan perjalanan Isra’ Mi’raj beliau membacakan ayat, “Lalu Dia (Allah) mewahyukan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan-Nya (dengan perantaraan) Jibril,” (QS. An-Najm: 10).
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah memberi kepadanya tiga wadah ilmu, yaitu:
Pertama, satu wadah ilmu untuk disampaikan seluruhnya kepada manusia.
BACA JUGA: Kebiasaan Ulama Zaman Dulu Menghadiri Majelis Ilmu dan Mengunjungi Orang-orang Shaleh
Kedua, satu wadah ilmu yang boleh disampaikan atau tidak. Terserah kepada beliau untuk menyampaikan kepada siapa saja dan kapan saja waktu penyampaiannya.
Ketiga, satu wadah ilmu bersifat rahasia yang khusus hanya boleh diketahui beliau saja dan tidak boleh disampaikan kepada siapa pun.
Wadah ilmu yang bersifat perintah dan larangan. Seluruhnya telah beliau sampaikan kepada manusia. Bila masih ada secuil pun yang tidak beliau sampaikan, Allah akan menghukum beliau.
Wadah ilmu yang kedua adalah yang berhubungan dengan alam semesta. Rasulullah ﷺ menyampaikan kepada orang-orang tertentu yang mampu memahaminya dengan jelas.
BACA JUGA: 5 Perusak Ilmu
Bagi orang-orang yang kurang mampu memahaminya dikhawatirkan akan menimbulkan keraguan baginya atau mungkin akan menganggap beliau pendusta.
Wadah ilmu ketiga, khusus untuk diketahui Rasulullah sebagai penghormatan dan kemuliaan bagi beliau dan tidak ada manusia lain yang mampu menerima kenyataan-kenyataan yang agung itu. []
Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli as-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


