3. Ketakutan Orang Mukmin: Takut kepada Setan Apabila Merusak Pahala Amal Perbuatannya
Hendaknya seorang muslim menjaga dirinya agar selalu bisa menolak rayuan dan godaan setan. Karena setan tidak akan pernah berhenti menggoda seorang muslim.
Seorang muslim harus meyakinkan tujuan hidupnya yaitu beribadah kepada Allah. Jadi, ketika hawa nafsu itu datang hendaknya selalu kokoh kepada tujuan awal.
Setan punya berbagai cara untuk menghasut seorang muslim dan mengantarkan muslim kepada kelalaian, maka terus berdoalah kepada Allah agar diberi kekuatan.
BACA JUGA: Masruq bin Al-Ajda, Ahli Ibadah yang Takut kepada Allah
Dan seorang muslim juga harus membuktikan kalau keimanannya begitu kuat dan tidak akan terkalahkan oleh rayuan setan yang terkutuk.
Maka teruslah memperbanyak pahala dan melawan segala godaan yang ada. Tak lupa perbanyak berzikir kepada-Nya.
4. Ketakutan Orang Mukmin: Takut kepada Malaikat Izra’il Mencabut Nyawanya Tiba-tiba dalam Keadaan Lalai terhadap Allah
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa: 69).
Seorang muslim tidak pernah tahu kapan nyawanya akan berakhir. Ini menunjukkan bahwa setiap muslim hendaknya selalu taat dalam keadaan apa pun dan di mana pun.
Karena Allah sudah memberikan aturan dan arahan yang sangat jelas dalam hidup ini. Yaitu Islam berkaitan dengan segala aspek kehidupan manusia.
Maka hendaknya seorang muslim selalu terikat dengan hukum syara dan tidak melalaikannya. Bila lalai dan saat itu Allah cabut nyawa seorang hamba, maka tidak ada waktu lagi untuk memohon ampun dan bertobat.
BACA JUGA: Jika Muslim Takut Hantu
Untuk itu taatlah sekarang juga dan jangan sampai menanti-nantinya. Tak lupa selalu memohon ampun kepada-Nya atas segala macam kemaksiatan yang pernah dilakukan selama ini.
Adapun ketakutan orang mukmin lainnya adalah, takut kepada dunia manakala dunia memperdaya dan menyibukkan dari mengingat Allah.
Juga takutnya kepada keluarga manakala urusan mereka akan menyibukkannya sehingga melupakannya dari ketaatan Allah.
Maka hendaknya setiap mukmin takut kepada hal-hal yang menghantarkan kepada kemaksiatan dan berusaha untuk melewati itu semua dengan ketaatan yang kuat. []
HABIS
Sumber: Nasha ‘ih al-‘ibad fi Bayani Alfahzi al-Munabbihat’ala Isti’dad Li Yaum al-Ma’ad | Oleh: Syekh Nawawi al-batani | Penerjemah: Fuad Saifudin Nur | Wali Pustaka | 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


