JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

5 Penyebab Matinya Hati (2-Habis)

4- Mengikuti Langkah-Langkah Setan dan Hawa Nafsu

Allah berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. al-Jatsiyah: 23).

Perhatikanlah, bagaimana sikap tunduk kepada kehendak nafsu menjadi faktor yang menyebabkan hati dikunci mati. Perhatikan dan renungkan pula, bagaimana pengaruh tertutupnya hati itu menjalar ke anggota tubuh lainnya. Coba simak kembali kalimat dalam ayat tersebut : “dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?”.

BACA JUGA:  3 Cara Melembutkan Hati yang Keras (1)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya kebajikan itu menyebabkan cahaya di dalam hati, sinar di wajah, kekuatan pada jasmani, melapangkan rizki dan rasa cinta banyak orang. Sedangkan keburukan (dosa) menyebabkan kegelapan di dalam hati, kemuraman pada muka, kelemahan pada jasmani dan benci manusia.”

5- Belebih-lebihan dalam Makan, Tidur, Tertawa, Berbicara dan Bergaul

Selain sebab-sebab di atas, terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan hati menjadi keras dan mati yaitu adalah berlebih-lebihan dalam makan, tidur, tertawa, berbicara dan bergaul (Lihat al-Fawa’id, hal. 95)

Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana dan pertengahan. Tatkala Islam mensyariatkan untuk banyak tersenyum, maka Islam juga melarang untuk banyak tertawa, karena segala sesuatu yang kebanyakan dan melampaui batas akan membuat hati menjadi mati.

Sebagaimana banyak makan dan banyak tidur bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh, maka demikian pula banyak tertawa bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435). Untuk itu, senantiasa menjaga lisan agar tidak berlebih-lebihan baik dalam berbicara, tertawa maupun lainnya, adalah sebuah keniscayaan.

BACA JUGA:   3 Obat Penyakit Hati Penyuci Jiwa

“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat; tidak diucapkan kecuali untuk membuat tertawa orang-orang yang hadir di majelis, maka ia terhempas (ke dalam jurang jahannam yang dalamnya) lebih jauh (dari jarak) antara langit dan bumi. Dan sungguh terpelesetnya lisan, lebih berat daripada seseorang terpeleset kakinya”, kata Nabi kita dalam sebuah haditsnya. []

HABIS | SUMBER: WAHDAH INSPIRASI ZAKAT

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Jangan Menghina Sesama Muslim

Kajian

3 Larangan bagi Seorang Muslim

Kajian

Tanda-tanda Husnul Khatimah

Kajian

Ayat Terakhir Al-Quran

Leave a Reply