Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
اَلْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
“Malaikat mendo’akan salah seorang dari kalian, selama dia tetap di tempat sholatnya, dan tidak berhadats . Mereka (malaikat) mendo’akan, ‘Ya Allah ampunilah ia.. Ya Allah, rahmatilah ia..” (HR. Bukhori no. 445)
Ibnu Baththol rahimahullah berkata :
فمن كان كثير الذنوب وأراد أن يحطها الله عنه بغير تعب فليغتنم ملازمة مكان مصلاه بعد الصلاة ليستكثر من دعاء الملائكة واستغفارهم له، فهو مرجو إجابته
“Siapa yang banyak dosanya dan ingin agar Allah menghapus (dosa tersebut) tanpa ia bersusah payah, maka hendaknya ia memperbanyak menetap di tempat sholatnya setelah sholat, agar malaikat banyak mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya..” (Syarh Shohih Al Bukhori – Karya Ibnu Baththol 2/95)
BACA JUGA: Berdoa dalam Shalat Lebih Baik
5 Fadhilah Dzikir Setelah Shalat
Fadhilah pertama, Dzikir setelah shalat fardhu adalah sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala memerintahkannya sebagaimana dalam Quran yang telah disebutkan di atas. Selain itu, dzikir setelah shalat adalah ittiba Nabi ﷺ, mengikuti Sunnah Beliau ﷺ. Mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah kemenangan dan keberuntungan yang sangat besar.
Fadhilah kedua, Dzikir pertama yang diucapkan setelah shalat fardhu adalah beristighfar kepada Allah Ta’ala. Beristighfar dari kekurangan-kekurangan dalam menjalankan shalat beserta beristighfar dari dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Sebagai tanda taubat kita kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.
Fadhilah ketiga, salah satu bacaan dzikir setelah shalat adalah membaca ayat kursi. Dengan membaca ayat kursi sehabis shalat fardhu, tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian, sebagaimana dalam hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Annasai:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ اَلْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ اَلْجَنَّةِ إِلَّا اَلْمَوْتُ
Artinya: “Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat maktubah (shalat fardhu), maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian” (HR Imam Annasai)
Fadhilah keempat, Allah Ta’ala akan ampunkan dosa walaupun sebanyak buih dalam lautan. Maasyaa Allah begitu besar kemurahan Allah Ta’ala. Sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Malik:
مَنْ سَبَّحَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَخَتَمَ الْمِائَةَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: ‘Siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setelah shalat sebanyak 33 kali dan menutupnya dengan membaca lâ ilâha illallâh lâ syarîka lahu lahul mulku wa lahulhamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” (HR Imam Malik).
Fadilah kelima, doa setelah shalat adalah salah satu doa yang didengar oleh Allah Ta’ala, sebagaimana dalam hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ
Artinya: ”Ya Rasulullah ﷺ, doa manakah yang didengar Allah?” Beliau menjawab, “(Doa pada) akhir malam dan setelah sholat maktubah (sholat wajib).” (HR Imam Tirmidzi)
BACA JUGA: Inilah 4 Dzikir Penghapus Dosa
Fadhilah keenam, jari yang digunakan untuk menghitung ketika bertasbih, bertahmid dan bertakbir akan menjadi saksi pada hari kiamat, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُنَّ أَنْ يُرَاعِينَ بِالتَّكْبِيرِ وَالتَّقْدِيسِ وَالتَّهْلِيلِ وَأَنْ يَعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ
Artinya: “Nabi ﷺ memerintahkan mereka untuk memperhatikan takbir, taqdis dan tahlil, dan hendaknya mereka membuat ‘uqdah dengan jari-jari. Karena jari-jari tersebut akan ditanya dan akan bisa bicara (di hari Kiamat)” (HR Imam Abu Daud)
Catatan: ‘uqdah adalah menekuk jari-jari untuk berdzikir
Demikianlah tulisan ringkas berkaitan dengan dzikir setelah shalat, semoga Allah Ta’ala karuniakan kepada kita untuk bisa istikamah dan khusyu’ dalam berdzikir setelah shalat fardhu. []
SUMBER: SUARAMUHAMADIYYAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


