Ini merupakan salah satu di antara adab-adab yang diajarkan Islam kepada kita. Karena Islam adalah agama yang mengajarkan adab kepada Allah, kepada manusia, kepada binatang, dan seterusnya. Oleh karena itu Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Hafidzahullahu Ta’ala mengatakan:
الدِّين كلهُ خُلق
“Agama ini semua berkaitan dengan akhlak.”
Salah satu akhlak yang diajarkan oleh Islam adalah bagaimana sikap kita terhadap orang yang berbuat baik kepada kita. Kalau kita tidak bisa memberikan sesuatu kepadanya karena perbuatan baik yang dikerjakannya, maka minimal kita mengucapkan kalimat atau doa untuknya: “Jazakallahu khairan (Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepadamu).” Yakni engkau telah berbuat baik kepadaku, maka semoga Allah juga memberikan balasan kebaikan kepada engkau.
BACA JUGA: Arti dari Shalat Dhuha, Sholatnya Orang yang ‘Kembali’ Kepada Allah
Betapa indahnya agama Islam ini, yang mengajarkan kepada kita adab, bagaimana berbuat baik terhadap orang yang berbuat baik kepada kita. Minimal dengan doa. Maka benar bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak yang mulia.
Maka dari itu, marilah kaum muslimin, jangan kita gampangkan masalah akhlak. Karena masalah akhlak adalah masalah yang sangat penting, bagian dari aqidah. Sehingga para ulama ketika menulis masalah aqidah dalam kitab-kitab mereka, mereka memasukkan masalah akhlak. Dan cara muamalah seperti yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini adalah muamalah yang amat mulia, menjadikan seseorang senang kepada kita. Dengan akhlak yang demikian baiknya, ketika kita mengatakan: “Jazakallahu khairan (Semoga Allah memberikan balasan kepada engkau).”
Jadi, apabila kita diperlakukan baik oleh seseorang, maka kita menjawab dengan “Jazakallahu Khairan.”
Kita masih jumpai ada beberapa tambahan dalam penggunaan hadits ini. Ada orang yang mengatakan “Jazakallahu Khairan Katsiran.” Tapi alangkah baiknya kalau kita cukup dengan kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Adapun yang mengatur banyak atau sedikitnya balasan itu adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi ketika kita berpegang pada lafadz redaksi dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka itu lebih utama.
BACA JUGA: 3 Makna Sunnah
Ada lagi, sebagian orang ketika berterima kasih dengan ucapan ini, mereka mengurangi kata “khairan” sehingga hanya menjadi “Jazakallah…”, maka ini kalimat yang tidak sempurna. Maka disempurnakan kalimat itu sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Jazakallahu Khairan.”
Kalau mereka berdua, ucapkan “Jazakumallahu Khairan.” Kalau orang yang banyak, ucapkan “Jazakumullahu Khairan” Ini sudah cukup tanpa perlu ditambah atau dikurangi. []
HABIS | SUMBER: RADIO RODJA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


