JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (2-Habis)

BAGIAN 01

Beliau ahli bait yang banyak mengajarkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cucunya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Ibadah Abu Ishaq asy-Syairazi – ulama Syafiiyah –

Abu Bakar bin Khadhibah mengatakan,

Saya mendengar dari sebagian murid Abu Ishaq di Baghdad bercerita tentang gurunya,

BACA JUGA:  Waktu, Menurut Ulama

كان الشيخ يصلي ركعتين عند فراغ كل فصل من المهذب

“Syaikh (Abu Ishaq) melakukan shalat 2 rakaat setiap selesai menulis tiap bab dalam kitab al-Muhadzab” (Thabaqat asy-Syafiiyat al-Kubra, as-Subki, 4/217)

Kitab al-Muhadzab termasuk rujukan utama dalam madzhab Syafiiyah. Kitab ini diberi penjelasan (Syarah) oleh an-Nawawi hingga menjadi buku setebal 9 jilid. Beliau meninggal sebelum sempat menyelesaikannya dan penjelasan terakhir sampai bab riba. Kemudian dilanjut oleh as-Subki sebanyak 2 jilid, kemudian wafat. Lalu dilanjutkan oleh al-Muthi’i sampai selesai. Mereka tidak pernah saling berwasiat, namun para ulama menyambung perjuangan saudaranya agar amal itu menjadi sempurna. Semoga Allah merahmati mereka semua.

Buku itu berjudul al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab. Salah satu referensi terpenting dan terlengkap dalam madzhab syafiiyah.

Bisyr bin Manshur – wirid 1/3 al-Quran –

Ibnu Mahdi bercerita,

ما رأيت أحدا أخوف لله منه وكان يصلي كل يوم خمسمائة ركعة وكان ورده ثلث القرآن

Saya tidak melihat seseorang yang paling takut kepada Allah selain Basyar bin Manshur. Beliau shalat dalam sehari 500 rakaat, wiridannya adalah 1/3 al-Quran” (Tahdzib at-Tahdzib, al-Hafidz Ibnu Hajar, 1/403)

Bisyr bin Manshur seorang ahli hadis yang dikenal sangat wara’. Beliau adalah kawan sekaligus guru seorang ulama besar, Fudhail bin Iyadh.

BACA JUGA: 4 Jenis Sahabat Menurut Para Ulama

Ibadah Ibnu Qudamah – semangat mengamalkan dalil –

Al-Hafidz Dhiya’uddin al-Maqdisi menceritakan tentang Ibnu Qudamah,

ولا يسمع ذكر صلاة إلا صلاها، ولا يسمع حديثاً إلا عمل به. وكان يصلَّي بالناس في نصف شعبان مائة ركعة، وهو شيخ كبير

“Ibnu Qudamah tidak mendengar tentang salat kecuali ia lakukan. Ia tidak mendengar 1 hadis kecuali ia amalkan. Ia salat bersama dengan orang lain di malam Nishfu Sya’ban 100 rakaat, padahal ia sudah tua” (Dzail Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Rajab al-Hanbali, 1/203)

Kesembilan, al-Qadhi Abu Yusuf – murid senior Abu Hanifah –

Ibnu Sama’ah bercerita,

كان أبو يوسف يصلي بعد ما ولي القضاء في كل يوم مائتي ركعة

Setelah beliau pensiun sebagai qadhi (hakim), beliau terbiasa shalat dalam sehari 200 rakaat. (Tadzkirah al-Huffadz, al-Hafidz adz-Dzahabi, 1/214). []

HABIS | SUMBER: KONSULTASI SYARIAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

2 Orang yang Khusyuk

Ibrah

Kerendahan Hati Umar bin Abdul Aziz di Hadapan Allah dan Doanya yang Dijabah

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Ibu: Balasan Itu Sesuai Jenis Perbuatan

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Bapak: Rabb-mu Benar-benar Mengawasimu!

Leave a Reply