JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Pemilik Kebun

Matahari yang terbit dari timur tanpa diiringi mendung mengumumkan akan datangnya sebuah pagi yang baru. Semesta alam menghirup angin pagi yang sepoi-sepoi. Orang-orang menyaksikan keagungan Allah pada ciptaannya.

Keagungan semesta alam itu adalah matahari yang terbit dengan sinar kemasannya yang hampir-hampir berenggut penglihatan, setelah sebelumnya pada waktu malam tidak terlihat karena berada di belahan bumi yang lain.

Begitu juga dengan langit cerah yang seolah sedang memamerkan kebiruannya yang tak tercampur di awan. Dan tidak kalah menakjubkannya adalah kicauan burung yang memenuhi setiap tempat di kebun seorang kakak yang sholeh, Abdullah.

BACA JUGA: Zaid bin Tsabit Mengumpulkan Alquran

Kebun milik Abdullah dipenuhi oleh tanaman dari berbagai jenis buah-buahan yang masih ranting-ranting pohon. Sehingga kebunnya menjadi seperti Surga Allah di muka bumi. Tak salah bila penduduk dharawan menamakan kebun itu dengan sebutan “Surga”.

Sungguh kebun itu benar-benar telah menjadi sebuah Surga. Kakek yang sholeh itu telah bekerja keras untuk menyemai dan menanam pepohonannya. Jerawat tanaman dan pohon buah-buahan itu hingga menghasilkan buahnya setiap musim.

Lelaki sholeh itu tidak lain adalah seorang mukmin yang mengetahui hak-hak Allah pada harta, buah-buahan, dan tanamannya. Setiap masa panen tiba, ia selalu mengeluarkan hak Allah berupa zakat dari buah kebunnya yang seperti Surga.

Kebunnya membawa berkah. Dengan izin Allah, kebun miliknya menghasilkan panen yang berlipat. Orang-orang fakir dan miskin yang ada di kota itu kemudian memakannya hingga kebun tersebut menjadi Surga bagi orang-orang fakir setempat.

BACA JUGA: Utsman bin Affan, yang Melewati Malam dengan Bertasbih dan Membaca Alquran

Mereka bisa bersenang-senang sembari memakan hasil buah-buahannya yang baik. Mereka hidup bahagia di “Surga “lelaki sholeh, dan ia pun hidup dengan penuh keridhoan atas karunia yang telah Allah berikan kepadanya berupa rezeki yang baik lagi luas.

Tidak ada yang mengkhawatirkan atau mencemaskan kakek itu dalam hidupnya, selain sikap beberapa anaknya yang sering menghalanginya mengeluarkan zakat dan sedekah kepada orang-orang fakir. Namun ia senantiasa berharap Allah akan memberi hidayah kepada mereka. []

Sumber: Para Sahabat Nabi , Kisah Perjuangan, Pengorbanan, dan Keteladanan, karya Dr. Abdul Hamid, Penerbit Darul Haq, Cetakan 1, Februari 2017

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

2 Orang yang Khusyuk

Ibrah

Kerendahan Hati Umar bin Abdul Aziz di Hadapan Allah dan Doanya yang Dijabah

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Ibu: Balasan Itu Sesuai Jenis Perbuatan

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Bapak: Rabb-mu Benar-benar Mengawasimu!

Leave a Reply