Pertanyaan: Apakah Iblis dari kalangan Malaikat?
Jawaban: Iblis bukan dari kalangan Malaikat, karena Iblis diciptakan dari api sedangkan Malaikat diciptakan dari cahaya. Iblis mempunyai tabiat yang tidak sama dengan tabiat Malaikat. Allah memberikan sifat kepada Malaikat bahwa mereka
…. عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهُ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ {1}
“…Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at Tahrim: 6)
Dan juga firman Allah:
وَلَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِندَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ {۱۹} يُسَبِّحُونَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ (٢٠)
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. al-Anbiyaa’: 19-20)
Adapun syetan maka kebalikan dari hal itu. Dia termasuk orang yang sombong sebagaimana firman Allah:
… إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ {٣٤}
“…Kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” (QS. al-Baqarah: 34).
Namun ketika Malaikat diperintah untuk sujud kepada Adam, Iblis berada di tengah mereka yaitu bersama mereka secara bersama-sama beribadah walaupun hatinya waliyadzubillah penuh dengan memendam kekafiran dan kesombongan namun seruan tetap ditujukan kepada mereka semua sehingga sangat benar pengecualian dia diantara mereka.
Allah berfirman
مسجدوا إلا إبليس
Maka sujudlah mereka kecuali Iblis,” إلا )kecuali) itu berarti asalnya bukan dari golongan mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Kecuali Iblis.
BACA JUGA: Apakah Malaikat Maut Dinamakan dengan Izra’il?
Dia adalah dari golongan
إلا إبليس كان من الجن ففسق عن أمر ربه
jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.” (QS. al-Kahfi: 50).
Wallahu a’lam.
(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 1/280) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


