Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata: “Malaikat Jibril datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan menjadi mayit. Beramallah sesukamu, karena semuanya akan dibalas. Dan cintailah orang semaumu, karena engkau akan meninggalkannya. Dan ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin ada pada shalat malam, serta izzahnya terletak pada tidak meminta kepada manusia.” (HR. Thabrani dalam Al Ausath [4278], Al Hakim [7921], Hilyatul Auliya [3/290], dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 831).
Hadits agung ini adalah nasihat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang sarat dengan pelajaran tentang hakikat kehidupan dunia, amal, cinta, dan kehormatan seorang mukmin.
BACA JUGA: 3 Hal Kemuliaan Seseorang Menurut Imam Syafi’i
Kehidupan Dunia yang Fana
Kalimat pertama, “Hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati” mengingatkan bahwa dunia bukanlah tempat tinggal abadi. Betapa pun panjang usia manusia, akhirnya akan berakhir dengan kematian. Allah Ta’ala berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu…” (QS. Ali Imran: 185).
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari pergi, maka pergi pula sebagian darimu.” Nasehat ini sejalan dengan sabda Jibril: jangan tertipu dengan kehidupan dunia, karena semuanya akan berakhir.
Amal yang Akan Dibalas
Selanjutnya, “Beramallah sesukamu, karena semuanya akan dibalas.” Ini adalah peringatan bahwa setiap perbuatan, baik atau buruk, akan diperhitungkan. Allah berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7–8).
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dunia adalah ladang amal, sedang akhirat adalah tempat menuai hasilnya. Barang siapa menanam kebaikan, ia akan memetik kebahagiaan; dan barang siapa menanam keburukan, ia akan menuai penyesalan.”
Cinta yang Bersifat Sementara
Jibril melanjutkan: “Cintailah orang semaumu, karena engkau akan meninggalkannya.” Ini mengajarkan agar cinta kepada manusia tidak berlebihan. Sebab, sebesar apa pun rasa kasih, pada akhirnya akan dipisahkan oleh kematian.
Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Cintailah kekasihmu sekadarnya, bisa jadi ia suatu hari menjadi orang yang engkau benci. Dan bencilah musuhmu sekadarnya, bisa jadi ia suatu hari menjadi orang yang engkau cintai.” (HR. Tirmidzi).
Cinta sejati hanyalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, yang akan mendatangkan kebahagiaan abadi di akhirat.
Kemuliaan Mukmin: Shalat Malam dan Izzah
Penutup hadits ini adalah perhiasan seorang mukmin: “Kemuliaan seorang mukmin adalah shalat malam, dan kehormatannya adalah tidak meminta-minta kepada manusia.”
BACA JUGA: Kunci Kemuliaan Dunia dan Akhirat
Shalat malam adalah ibadah yang penuh rahasia antara hamba dan Rabb-nya. Ibnul Qayyim berkata: “Shalat malam adalah makanan bagi ruh, cahaya bagi hati, dan kesehatan bagi jasad.” Tidak heran jika orang-orang saleh dahulu menjadikannya sebagai sumber kekuatan iman.
Adapun izzah seorang mukmin adalah menjaga kehormatannya dengan tidak bergantung kepada manusia. Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Jika engkau ingin mulia, maka jangan bergantung kepada manusia dalam kebutuhanmu.”
Penutup
Hadits ini adalah wasiat yang merangkum hakikat kehidupan: dunia sementara, amal pasti dibalas, cinta manusia akan berpisah, dan kemuliaan sejati ada pada kedekatan dengan Allah.
Maka, marilah kita renungkan pesan Jibril ini: isi hidup dengan amal saleh, cintai Allah di atas segalanya, hiasi malam dengan shalat, dan jagalah kehormatan diri dengan tidak meminta kepada sesama manusia. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


