Islam adalah agama yang sangat menekankan pentingnya akhlak mulia, tidak hanya dalam hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari. Di antara akhlak yang paling ditekankan adalah berbuat baik kepada tetangga dan menjauhi segala bentuk kedzaliman terhadap mereka.
💫 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah, tidak (sempurna) imannya.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali.
Sahabat bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Yang tetangganya tidak aman dari dzalimannya.” 📚 (HR. al-Bukhari no. 6016)
Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Tidak masuk surga, orang yang tetangganya tidak aman dari kedzalimannya.” 📚 (HR. Ahmad no. 8638, al-Bukhari no. 7818, dan Muslim no. 46)
BACA JUGA: Memuliakan Tetangga
Hadits-hadits ini menunjukkan betapa besar kedudukan tetangga dalam Islam. Sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan sikap terhadap tetangga sebagai ukuran kesempurnaan iman seorang muslim. Bahkan, ancaman keras disampaikan: tidak masuk surga bagi orang yang menyakiti tetangganya.
Hak Tetangga dalam Islam
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan: “Hadits ini mengandung makna bahwa berbuat baik kepada tetangga dan tidak menyakiti mereka termasuk kewajiban. Menyakiti tetangga adalah dosa besar.” (Syarh Shahih Muslim).
Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala memerintahkan: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh…” (QS. An-Nisa: 36).
Ayat ini menegaskan bahwa tetangga, baik dekat maupun jauh, memiliki hak yang harus dijaga. Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk meremehkan hak tetangganya.
Keteladanan Para Salaf
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Bukanlah seorang mukmin sejati orang yang kenyang sementara tetangganya lapar.” Perkataan ini menegaskan bahwa kepedulian kepada tetangga adalah bagian dari iman.
Imam Abdullah bin Mubarak rahimahullah juga menuturkan: “Aku lebih suka memberi sedekah kepada tetangga daripada kepada orang yang jauh, karena tetangga memiliki hak yang lebih besar.”
Inilah akhlak para salaf, mereka tidak hanya menjaga diri dari menyakiti tetangga, tetapi juga berusaha memberikan manfaat dan kebaikan.
Bentuk Kedzaliman kepada Tetangga
Kedzaliman kepada tetangga bisa berupa banyak hal, di antaranya:
Menyakiti dengan ucapan, seperti menghina atau bergunjing.
Mengganggu dengan perbuatan, seperti membuang sampah sembarangan atau membuat kebisingan.
Iri hati terhadap nikmat yang dimiliki tetangga.
Tidak peduli ketika tetangga ditimpa kesusahan.
Semua ini bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, seorang muslim sejati seharusnya menjadi sumber ketenangan bagi orang di sekitarnya.
BACA JUGA: Kesabaran Rasulullah terhadap Tetangga-tetangganya
Penutup
🍂 Jangan sampai iman kita rusak hanya karena buruknya sikap terhadap tetangga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan amanah terhadap tetangga sebagai salah satu tanda keimanan yang benar. Jika seorang muslim rajin beribadah, tetapi masih menyakiti tetangganya, maka ia termasuk orang yang terancam dengan sabda Nabi: “Tidak masuk surga…”
Karena itu, mari kita hiasi diri dengan akhlak mulia kepada tetangga: menjaga lisan, peduli terhadap kebutuhan mereka, menolong saat mereka kesusahan, dan menebarkan salam serta senyum.
📌 Sebab, iman sejati bukan hanya dalam hati dan ucapan, tetapi harus tampak dalam akhlak yang baik, terutama kepada orang-orang terdekat kita — salah satunya adalah tetangga. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


