JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Azab dan Nikmat Kubur

Ujian, Nasihat Imam Hasan Al-Bashri

Penulis kitab al-Aqidah ath-Thahawiyyah berkata, “Hadis mengenai azab dan nikmat kubur, dan mengenai pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, itu mutawatir. Karenanya, wajib meyakini dan mengimani hal itu, dan tidak perlu membincangkan masalah caranya. Tidak ada otoritas bagi akal untuk memikirkan caranya, karena akal tidak dapat berhubungan dengan alan ini.

Syariat tidak membawa sesuatu yang mustahil menurut akal, tetapi syariat terkadang membawa hal yang menjadi kontroversi bagi akal. Dalam kasus ini, kembalinya roh ke jasad jangan dibayangkan menurut ukuran-ukuran duniawi; roh dikembalikan ke jasad dengan cara yang berlainan dengan yang ada di dunia.”

Di bagian lain, ia berkata, “Ketahuilah bahwa azab kubur adalah azab barzakh. Setiap yang mati dan pantas diazab, maka ia akan diazab, baik dikubur atau tidak dikubur, seperti dimangsa hewan buas, terbakar hingga jadi abu dan beterbangan di udara, disalib atau tenggelam di laut. Pada kondisi seperti itu, azab mengenai roh dan badannya sama halnya dengan yang dikubur. Adapun keterangan mengenai didudukkannya roh, tulang rusuknya berlainan dan sebagainya, maka kita wajib memahami maksud Rasulullah ﷺ tanpa berlebihan dan mengurangi.”

BACA JUGA:  Apakah Orang Kafir Diuji di dalam Kubur?

Kalangan ateis dan orang Islam yang mengikuti pendapat para filosof mengingkari adanya azab kubur. Mereka beralasan bahwa setelah membongkar kuburan, mereka tidak melihat sama sekali apa yang diberitakan oleh nas-nas syariat. (Al-Qurthubi, at-Tadzkirut, h. 125)

Kaum Khawarij dan sebagian Muktazilah seperti Dhirar ibn Amru dan Bisyr al-Maryasi juga mengingkari azab kubur. Ini bertentangan dengan pendapat seluruh kalangan Ahlusunah dan mayoritas Muktazilah. (Fath al-Bari, III, h. 233)

Mereka semua tidak mempercayai apa yang di luar jangkauan ilmu mereka. Mereka mengira bahwa penglihatan mereka dapat melihat segala sesuatu dan pendengaran mereka dapat mendengar segala sesuatu, padahal kita saat ini telah mengetahui beberapa rahasia alam yang penglihatan dan pendengaran kita tak dapat menangkapnya. Orang yang beriman kepada Allah akan membenarkan berita-Nya.

Di dalam Alquran terdapat isyarat-isyarat yang menunjukkan adanya azab kubur. Imam Bukhari mencantumkan subbab “Azab Kubur” dalam bab “Jenazah.” Di dalam subbab ini, ia menyebut-kan ayat-ayat Alquran:

(Ingatlah) ketika orang-orang yang lalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, dan para malaikat memukul dengan tangan-nya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu! Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan.” (Q.S. al-An’am: 93)

Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (Q.S. at-Taubah: 101)

Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada han terjadinya kiamat. Dikatakan kepada malaikat, “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras! (QS. Ghafir: 45-46)

Ayat pertama yang dituturkan Bukhari berkenaan dengan bahwa malaikat mengazab orang-orang kafir pada saat sekarat sebagaimana telah dijelaskan. Ayat kedua menunjukkan adanya dua azab yang menimpa orang-orang munafik sebelum azab hari kiamat. Azab pertama adalah musibah yang ditimpakan oleh Allah di dunia dengan siksaan langsung oleh Allah atau lewat kaum mukmin, dan azab kedua adalah azab kubur. Al-Hasan al-Basri berkata, “Akan Kami azab mereka dua kali maksudnya adalah azab dunia dan azab kubur.” (Fath al-Bari, III, h. 233)

Ath-Thabari berkata, “Yang jelas, salah satu azab itu adalah azab kubur, dan yang satunya lagi mengandung berbagai kemungkinan seperti lapar, tertawan, terbunuh, atau dihinakan dan lain-lain.”

Ayat ketiga merupakan argumentasi yang jelas bagi Ahlu-sunah dalam menetapkan adanya azab kubur. Dalam ayat itu Allah menegaskan bahwa neraka ditampakkan kepada keluarga Fir’aun pada pagi dan petang sebelum hari kiamat, karena se-telah itu Allah berfirman, “Dah pada hari terjadinya kiamat, di-katakan kepada malaikat, ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Ghafir: 46)

Al-Qurthubi berkata, “Sebagian besar ulama berpendapat bahwa penampakan ini terjadi di alam barzakh. Ini merupakan argumentasinya dalam menetapkan adanya azab kubur. ” (Fath al-Bari, XI, h. 233)

Isyarat-isyarat Alquran lainnya yang jelas-jelas menunjukkan fitnah dan azab kubur adalah ayat, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam ke-hidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27)

Dalam hadis riwayat al-Barra’ ibn ‘Azib, Nabi ﷺ bersabda, “Jika seorang mukmin telah dimasukkan ke dalam kubur, ia datang dan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Itulah makna ayat, ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh.”

Dalam riwayat lain ada tambahan dari Nabi ﷺ setelah menyebut ayat “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh”: “Ayat ini turun mengenai azab kubur. ” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya, bab “Jenazah”, subbab “Apa Yang Terjadi dalam Azab Kubur”. Lihat Fath al-Bari, III, h. 231)

Seorang wanita Yahudi masuk ke kamar Aisyah dan menyebut masalah azab kubur. Ia berkata kepada Aisyah, “Semoga Allah melindungimu dari azab kubur!” Aisyah bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai azab kubur. Beliau menjawab, “Ya, azab kubur (ada).” Aisyah berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah ﷺ setelah salat kecuali beliau memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur.” Ghandur berkata,” Azab kubur itu benar ada. ”

BACA JUGA:   Kengerian Alam Kubur

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Aisyah berkata, “Dua wanita tua Yahudi Madinah masuk ke kamarku dan berkata, ‘Sesungguhnya penghuni kubur itu diazab di dalam kubur. Aku tidak mempercayai ucapan mereka dan belum siap membenarkan mereka. Sesaat kemudian mereka keluar dan Rasulullah ﷺ masuk. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, dua wanita tua Yahudi Madinah masuk ke kamarku dan mengatakan bahwa penghuni kubur diazab dalam kubur. Beliau bersabda, ‘Mereka benar. Penghuni kubur diazab dengan azab yang dapat didengar oleh hewan ternak.” (Shahih Muslim, bab “Mesjid”, subbab “Dianjurkan Berlindung dari Azab Kubur”, I, h. 411)

Karena sangat pentingnya masalah ini, Rasulullah ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat. Bahkan beliau pernah berkhotbah mengenai hal ini. Dalam Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa Asma binti Abu Bakar berkata, “Rasulullah ﷺ suatu ketika berkhotbah dan menyebut tentang fitnah kubur yang dialami manusia. Setelah beliau menyebut hal itu, terjadi kegaduhan di kalangan kaum muslim.” (Shahih al-Bukhari, bab “Jenazah”, subbab “Azab Kubur”. Lihat Fath al-Bari)

Dalam riwayat an-Nasa’i, ada tambahan, “Aku tidak jelas me-mahami pembicaraan Rasulullah ﷺ Ketika orang-orang sudah tenang, aku berkata kepada seorang lelaki di dekatku, ‘Semoga Allah memberkatimu! Apakah yang diucapkan Rasulullah ﷺ pada akhir pembicaraannya?” la menjawab, Telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan diuji di dalam kubur dengan ujian yang mirip dengan fitnah Dajal. []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi  / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Kubur, Persinggahan Akhirat yang Pertama

Yaumul Hisab

Pertanyaan di Hari Kiamat tentang Pemenuhan Janji

Yaumul Hisab

Pertanyaan di Hari Kiamat tentang Seteru dan Sekutu

Yaumul Hisab

Pertanyaan tentang Nikmat di Hari Pembalasan