Imam Qurthubi menuturkan, saat seluruh manusia dibangkitkan dari kubur menuju tempat pemberhentian, mereka bangun seperti yang Allah kehendaki dalam keadaan tidak beralas kaki tanpa mengenakan busana, saat itu tiba waktu penghisaban seperti yang Allah kehendaki untuk menghisab semua manusia, Allah memerintahkan agar kitab-kitab catatan amal yang ditulis oleh para malaikat mulia pencatat amal perbuatan manusia didatangkan, mereka pun mendatangkannya.
Di antara manusia, ada yang menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, itulah golongan orang-orang yang berbahagia. Ada juga yang menerima kitab catatan amal dengan tangan kiri atau dari balik punggung, itulah golongan orang-orang sengsara.
Bayangkan kala kitab-kitab catatan amal berterbangan, saat timbangan amal ditegakkan, ketika nama Anda dipanggil-panggil di hadapan seluruh makhluk; mana si fulan bin fulan?
BACA JUGA: Orang Bermuka Dua di Hari Kiamat
Kemarilah untuk dihadapkan kepada Allah. Para malaikat ditugaskan untuk mendatangkan anda lalu mendekatkan Anda di hadapan Allah, kesamaan nama Anda dan nama ayah Anda tidaklah samar bagi para malaikat. Saat Anda tahu bahwa Anda adalah orang yang dipanggil, saat seruan mengetuk hati Anda, lalu Anda pun tahu bahwa yang dicari adalah Anda, kemudian Anda pun menggigil ketakutan, seluruh badan Anda gemetar, warna kulit Anda berubah, hati Anda berterbangan, Anda ber-jalan melangkahi barisan manusia yang mengantri giliran menuju Allah untuk berhadapan dengan-Nya, berdiri di hadapan-Nya, semua manusia menatap Anda, Anda berada di hadapan mereka semua saat hati Anda berterbangan, sangat takut karena Anda tahu hendak dibawa ke mana.
Bayangkan saat Anda berada di hadapan Rabb, di tangan Anda terdapat lembaran yang memberitahukan amal Anda yang sama sekali tidak meninggalkan amalan apa pun atau rahasia apa pun, Anda baca dengan lisan letih dan hati sedih, huru hara meliputi Anda dari berbagai penjuru; depan dan belakang.
Berapa banyak petaka yang Anda lupa namun disebut oleh lembaran catatan amal, berapa banyak keburukan yang Anda sembunyikan namun diperlihatkan dan ditampakkan oleh lembaran catatan amal.
Berapa banyak amal yang kau kira akan menyelamatkan Anda tapi justru dibantah oleh catatan amal di tempat pemberhentian itu dan dibatalkan pahalanya setelah sebelumnya memperlihatkan hal besar
Alangkah ruginya hati Anda, alangkah menyesalnya Anda karena ketaatan terhadap Rabb yang Anda abaikan.
Sementara yang menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, ia tahu bahwa ia termasuk penghuni surga, ia pun berkata:
“Kemarilah, bacalah catatanku,” saat Allah mengizinkan untuk membaca catatan amalnya. Jika ia termasuk pemimpin kebaikan, penyeru kebaikan, memerintahkan kebaikan, dan memiliki banyak pengikut, ia akan dipanggil dengan disebut namanya dan nama ayahnya, la maju kemudian setelah dekat, kitab catatan amal ber-warna putih dikeluarkan, di bagian dalamnya terdapat catatan amalan-amalan buruk sementara di bagian luarnya terdapat catatan amalan amalan baik, ia mulai membaca catatan amalan-amalan buruk, ia pun takut, rona wajahnya berubah menguning, kemudian sampai pada bagian akhir catatan, ia menemukan tulisan:
“Ini adalah amalan-amalan burukmu, Aku ampuni untukmu.”
BACA JUGA: 3 Kondisi Manusia di Padang Mahsyar
la pun merasa sangat gembira sekali, setelah itu ia membalik lembaran catatan amal kemudian membaca catatan amal-amal baiknya, ia pun semakin riang tak terkira, ia terus membaca hingga akhir, di bagian akhir ia menemukan tulisan:
“Ini adalah kebaikan-kebaikanmu, Aku lipat gandakan untukmu.” Wajahnya memutih cerah, diberi tiara di atas kepala, diberi dua pakaian dengan perhiasan di setiap persendian, bentuk fisiknya memanjang setinggi enam puluh dzira, itulah tinggi badan Adam. Setelah itu dikatakan kepadanya: “Pergilah menuju teman-temanmu lalu sampaikan berita gembira kepada mereka bahwa masing-masing dari mereka mendapatkan seperti yang kau dapat.” []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Prahara Padang Mahsyar – Ulasan Mendalam tentang Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru-Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Shirath, Syafaat, & Fatwa-Fatwa tentang Akhirat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi /Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


