Dalam pandangan Islam, setiap helai uban yang tumbuh di kepala seorang muslim bukan sekadar tanda menua, tetapi merupakan cahaya kemuliaan dari Allah. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa uban adalah “nurul mu’min” — cahaya bagi seorang mukmin — yang kelak akan menjadi penerang baginya pada hari kiamat. Karenanya, Islam melarang mencabut uban, baik bagi yang sudah lanjut usia maupun yang masih muda. Larangan ini bukan sekadar perkara fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap tanda-tanda ketaatan dan umur yang dihabiskan dalam keislaman.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang memiliki sehelai uban dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai satu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 5970; hasan menurut Al-Albani)
BACA JUGA: Jangan Bermaksiat
Syaikh Abdullah bin Al-Mubarak rahimahullah pernah berkata, “Tanda-tanda kebaikan di wajah seorang mukmin adalah cahaya, di lisannya adalah kejujuran, dan di rambutnya adalah uban.” Uban menjadi bukti perjalanan hidup seorang muslim dalam ketaatan, kesabaran, dan pengalaman iman. Ia bukan simbol kelemahan, tetapi tanda kemuliaan dan kebijaksanaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang istiqamah.
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ memperingatkan: “Janganlah mencabut uban, karena uban adalah cahaya pada hari kiamat. Siapa yang memiliki sehelai uban dalam Islam, maka dengannya akan dicatat satu kebaikan, dihapuskan satu kesalahan, dan ditinggikan satu derajat.” (HR. Ibnu Hibban, 2985; hasan menurut Syu’aib Al-Arnauth)
BACA JUGA: Jangan Menghina Sesama Muslim
Bahkan, ketika seseorang berkata bahwa ada orang yang mencabut ubannya, Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang mau, silakan dia hilangkan cahayanya.” (HR. Ahmad, 23952; hasan menurut Al-Albani)
Ibnul Qayyim rahimahullah menafsirkan makna hadis ini dengan sangat indah: “Uban di kepala seorang mukmin adalah tanda perjalanan waktu dalam ketaatan kepada Allah. Maka siapa yang mencabutnya, seolah-olah ia menghapus tanda pengabdiannya sendiri.”
Maka, biarkan ubanmu tumbuh dengan kehormatan. Jadikan ia sebagai kebanggaan, bukan beban. Setiap helainya adalah saksi perjalanan iman, tanda kesabaran dalam hidup, dan cahaya yang akan menerangi jalanmu di hari ketika seluruh cahaya padam kecuali cahaya dari Allah.
Allahu a’lam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


