Secara bahasa, Zuhud artinya berpaling dari kenikmatan duniawi. Sebuah hadits mengatakan:
عنه قال: “جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله، دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس، فقال: ازهد في الدنيا يحبك الله وازهد فيما عند الناس يحبك الناس
Dari Abul Abbas Sa’ad bin Sahl as-Sa’idi RA berkata, seseorang datang kepada Nabi Muhammad SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang apabila aku kerjakan, maka Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.”
Rasulullah menjawab, “Zuhudlah di dunia maka Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah dari apa yang di tangan manusia maka manusia akan mencintaimu.” (HR Ibnu Majah dan lain-lain dengan sanad Hasan)
Dari hadist di atas, bisa kita simpulkan bahwa Allah mencintai orang yang Zuhud. Dan jelas terlihat bahwa kenikmatan di dunia tidak ada apa-apa nya ketimbang menjadi Mahluk yang dicintai oleh Allah, karena nikmat di akhirat lebih baik daripada nikmat di dunia.
Bisa disimpulkan bahwa zuhud itu bukanlah kemiskinan, bukan pula bermakna meninggalkan harta. Zuhud yang haqiqi terdapat dalam hati dengan tergantungnya hati dengan akherat dan menjauhi serta jaga jarak dengan dunia.
Orang yang zuhud menyikapi dunia dengan status hanya sekadar di tangan, bukan di hatinya. Sehingga semua aktivitasnya dia niatkan agar memberikan manfaat di akhirat.
Ketika dia sibuk berbisnis maka bisnis tersebut dia manfaatkan untuk mendukung kebaikan dan hal hal yang memberikan manfaat di akherat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


