JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Ali bin Abi Thalib: Bocah Pertama yang Memeluk Islam

Abu Bakar 

Di tengah sunyinya Makkah pada suatu sore, seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun memperhatikan gerak-gerik pamannya, Muhammad ﷺ, yang sedang berdiri, rukuk, dan sujud di hadapan Allah. Anak itu adalah Ali bin Abi Thalib – keponakan Nabi ﷺ yang sejak kecil diasuh dalam rumah beliau.

Ali memang anak yang penuh rasa ingin tahu. Meskipun ia tidak memahami sepenuhnya apa yang sedang dilakukan pamannya, hatinya merasakan bahwa Muhammad ﷺ tengah berdoa kepada Tuhan yang tak terlihat oleh mata. Rasa penasaran itu membuncah: Siapakah Allah yang tak kasatmata itu?

Begitu shalat selesai, Ali memberanikan diri bertanya, “Wahai Muhammad, apa yang engkau lakukan?”

BACA JUGA: Ali bin Abi Thalib, Dibesarkan di Madrasah Nabawi

Nabi ﷺ tersenyum lembut, lalu bersabda: “Khadijah dan aku menyembah Allah – Dia adalah Tuhan Yang Satu, tiada sekutu bagi-Nya. Allah telah memilihku sebagai Rasul-Nya dan memerintahkanku menyampaikan pesan ini kepada umatku: tinggalkan semua sesembahan selain-Nya, dan sembahlah Allah semata.”

Beliau menatap mata Ali dengan penuh kasih: “Engkau tahu betapa aku mencintaimu. Aku tak pernah berbohong kepadamu. Maka percayalah, wahai anakku: tiada Tuhan selain Allah, dan aku adalah utusan-Nya.”

Kata-kata itu menghujam ke dalam hati Ali. Ia tahu pamannya adalah orang yang paling jujur, tak pernah sekalipun menipunya. Maka ia pun berkata dengan mantap bahwa ia mempercayai ucapan Nabi ﷺ.

Sejak saat itu, Ali bin Abi Thalib menjadi anak pertama yang memeluk Islam. Rasulullah ﷺ menyambutnya dengan bahagia:

“Selamat datang, wahai Ali. Engkau telah menerima Allah sebagai Tuhanmu dan aku sebagai Rasul-Nya.”

Keislaman Ali adalah salah satu tonggak awal dakwah Islam. Ia memeluk agama ini tanpa ragu, meski tahu bahwa kelak ia akan menghadapi tekanan dan tantangan dari masyarakat Quraisy. Ali tumbuh menjadi sahabat terdekat Nabi ﷺ, pembela Islam yang gagah berani, dan salah satu Khulafaur Rasyidin yang mulia.

Para ulama sirah menyebut bahwa keislaman Ali adalah bukti bahwa dakwah Nabi ﷺ dimulai dari lingkaran keluarga terdekat. Ibnu Katsir menulis: “Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama dari kalangan anak-anak yang masuk Islam.” (Al-Bidāyah wa an-Nihāyah, 3/26)

BACA JUGA: Ali bin Abi Thalib dan Baju Besi

Ibnu Hajar juga meriwayatkan dalam al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah bahwa Ali memeluk Islam tiga hari setelah Rasulullah ﷺ menerima wahyu. Ia hidup di rumah Nabi ﷺ sejak kecil karena hubungan kekeluargaan yang erat dan keadaan ekonomi keluarga Abu Thalib.

Kisah ini mengajarkan bahwa hidayah sering kali berawal dari kejujuran dan keteladanan. Ali tidak memerlukan bukti materi atau penjelasan panjang; cukup melihat akhlak Nabi ﷺ yang lurus, ia tahu bahwa kebenaran ada pada Islam.

Dari seorang bocah penasaran menjadi pembela agama Allah, Ali bin Abi Thalib adalah teladan bahwa usia muda bukan halangan untuk menerima dan memperjuangkan kebenaran. []

Sumber:
Ibnu Katsir, Al-Bidāyah wa an-Nihāyah, Dar al-Fikr
Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah
Ibnu Hisyam, As-Sīrah an-Nabawiyyah

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Rasulullah Memuliakan Tukang Sapu

Sirah

Pertolongan Allah

Sirah

Rasa Tanggung Jawab dan Iman kepada Akhirat dari Para Sahabat Nabi

Sirah

Penyesalan Sang Kakek