Pertanyaan: Bagaimana cara menggabungkan antara iman dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman dengan takdir baik ataupun buruk.” (Diriwayatkan oleh Muslim). dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih (Muttafaq alaih)
BACA JUGA: 19 Buah dan Manfaat Keimanan
Jawaban: Iman yang merupakan aqidah pokoknya ada enam, yaitu yang termuat dalam hadits Jibril ‘alaihis salam, dimana beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الْإِيمَانُ أَن تُؤمن بالله وملائكته وكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خيره وشره (متفق عليه)
“Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari Akhur dan engkau beriman dengan takdir baik ataupun buruk.” (Muttafaqun ‘alaih)
Adapun iman yang mencakup perbuatan, macam, dan jenisnya, maka ada tujuh puluh cabang lebih. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’la menamakan shalat dengan iman di dalam firman-Nya:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُصِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ {١٤٣}
“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. al Baqarah: 143)
BACA JUGA: 5 Tanda Keimanan yang Benar
Para ahli tafsir berkata: “Iman kalian, yakni shalat kalian ketika menghadap ke Baitul Maqdis. Karena para shahabat dahulu, -sebelum diperintah menghadap ke Ka’bah mereka shalat menghadap ke Masjidil Aqsha.”
(Majmun Fataawaa asy-Syaikh 1/54) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Muhaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


