JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

19 Buah dan Manfaat Keimanan

Amalan, Manfaat Keimanan

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا من ذكر أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِينَهُ، حَيَوة طيبة ولتجربتهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا من ذكر أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِينَهُ، حَيَوة طيبة ولتجربتهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Pentingnya iman dapat dirasakan dengan mengetahui manfaat dan buahnya. Syekh as-Si’di berkata,

“Ketahuilah bahwasanya kebaikan di dunia dan akhirat merupakan bagian dari buah keimanan yang sahih. Dengannya seorang hamba dapat menjalani kehidupan yang baik di dunia dan akhirat, selamat dari segala keburukan dan kejahatan, hal sulit menjadi terasa ringan, dan semua tuntutan dapat terlaksana. Kami akan sebutkan buah keimanan ini secara terperinci, karena mengetahui manfaat dan buah keimanan merupakan salah satu alasan terbesar agar dapat menambah bekal iman.

BACA JUGA: 5 Tanda Keimanan yang Benar

Kemudian beliau mulai merincikan buah keimanan dan manfaatnya. Berikut rangkumannya,

Di antara buah dan manfaat keimanan adalah:

Pertama: Keimanan merupakan sebab untuk mendapatkan hal yang paling agung, yaitu rida Allah.

Kedua: Ganjaran pahala, surga beserta kenikmatannya, keselamat dari neraka dan siksaannya tidaklah didapatkan kecuali dengan keimanan.

Ketiga: Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman dan melindungi mereka dan keburukan dunia dan akhirat.

Keempat: Bahwa Allah telah menjanjikan kemenangan dan dukungan kepada orang-orang yang benar-benar beriman.

Kelima: Sesungguhnya besar-kecilnya hidayah Allah untuk berilmu, beramal, mengetahui kebenaran, serta menjalankannya berbanding lurus dengan keimanan seseorang dan penegakkannya atas hak-hak iman.

Keenam: Iman mengantar seseorang kepada bertambahnya ilmu dan amal, baik lahir maupun batin.

Ketujuh: Orang yang beriman kepada Allah, dan kepada kesempumaan, kebesaran, keagungan, dan kemuliaan-Nya adalah orang yang paling yakin, tenang, tawakal, dan percaya kepada Allah.

Kedelapan: Hanya dengan iman, seorang hamba dapat menunaikan keikhlasan kepada Allah dan hamba-hamba-Nya serta menasehati mereka dengan sebaik-baiknya.

Kesembilan: Bahwasanya hubungan antar manusia tidaklah dapat terjalin dengan baik kecuali dengan kejujuran, nasihat, dan tanpa menipu, dan hanya orang yang memiliki keimanan sejati yang dapat melakukannya.

Kesepuluh: Iman merupakan penyokong kesabaran yang paling besar dalam menanggung segala kesulitan, menjalankan ketaatan, dan meninggalkan perbuatan maksiat yang sangat diinginkan oleh jiwa. Semua ini hanya dapat diraih dengan kekuatan iman.

Kesebelas: Seorang hamba pasti dirundung dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kemiskinan, kematian, dan kekurangan buah-buahan. Maka Iman merupakan penolong terbesar untuk menghadapi musibah ini.

Kedua belas: Iman menguatkan tawakal seorang hamba kepada Allah, karena dia mengetahui dan meyakini bahwa segala sesuatu kembali kepada Allah, dan merupakan ketetapan dan takdir-Nya.

Ketiga belas: Iman memotivasi seorang hamba, dan menjadikannya semakin terpacu dalam kebaikan. Karena dia menyandarkan segala urusannya kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, serta memiliki pengharapan dan keinginan yang besar terhadap apa yang ada di sisi-Nya, maka yang demikian itu membuat segala kesulitannya menjadi lebih mudah. Dia hadapi segala ketakutannya dengan penuh keyakinan, harapan, dan rasa takut kepada Tuhannya.

Keempat belas: Iman merupakan sebab terbesar agar hati bergantung kepada Allah dalam segala tuntutan agama dan dunia.

Kelima belas: Keimanan menuntun seseorang untuk berperilaku baik dengan setiap lapisan masyarakat. Jika iman melemah, berkurang, atau menyimpang maka akan berdampak pada penyimpangan akhlak seseorang sesuai dengan kadar keimanannya.

Keenam belas: Keimanan yang sempurna mencegah seseorang masuk ke dalam neraka. Sebagaimana keimanan telah mencegah seseorang terjerumus ke dalam dosa tatkala di dunia. Adapun keimanan yang tidak sempurna maka ia akan mencegah seseorang dari kekekalan di dalam neraka.

Ketujuh belas: Iman yang kuat pada seseorang menjadikan dirinya dapat dipertimbangkan dan dipercaya oleh manusia. Iman juga dapat menjaganya dari menumpahkan darah, merampas harta, dan merusak kehormatan manusia.

BACA JUGA:Di Antara Tanda-tanda Keimanan

Kedelapan Belas: Seorang mukmin sejati akan merasakan kelezatan manisnya iman di dalam hatinya. Iman juga membuat seseorang dapat merasakan kenikmatan mengabdi kepada Tuhannya. Dia dapat menunaikan seluruh hak Allah dan hak para hamba-Nya, yang semua itu merupakan konsekuensi dan buah keimanan. Dengan demikian, seorang yang beriman senantiasa dikelilingi dengan berbagai kenikmatan dan manisnya iman.

Sembilan Belas: Iman adalah satu-satunya sebab yang dapat mengantarkan seseorang kepada amalan tertinggi dalam agama, yaitu jihad anggota tubuh, harta, dan lisan di jalan Allah.

Inilah di antara buah keimanan dan kesempurnaannya. Segala kebaikan di dunia dan akhirat adalah cabang dan hasil dari keimanan.

Allah telah menyebutkan setidaknya seratus manfaat dan buah keimanan bagi orang yang beriman di dalam al-Qur’an, yang masing-masing lebih baik dari dunia dan seisinya. []

Sumber: Ahadisul Iman (Kumpulan Hadist Seputar Keimanan) / Penulis: Syekh Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr / Penerbit: UFA Office

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Ketaatan Akal pada Hikmah Allah

Kajian

Allah, Sang Mâliku al-Mulk

Kajian

Keutamaan Surah Al-Mulk

Kajian

Kesabaran Itu Karunia dari Allah, Bukan Semata Kekuatan Diri