Pertanyaan. Bagaimana amal-amal itu ditimbang padahal ia termasuk sifat bagi yang orang yang beramal?
Jawaban: Kaidah dalam hal itu sebagaimana yang terdahulu bahwasanya wajib bagi kita untuk menerima dan tidak perlu untuk bertanya bagaimana dan kenapa, padahal para ulama mengatakan dalam menjawab pertanyaan ini, sesungguhnya amal itu akan dirubah menjadi benda, makadia mempunyai jisim yang akan diletakkan di daun timbangan sehingga bisa berat atau ringan.
BACA JUGA: Yang Paling Ringan Siksanya di Neraka
Dan mereka memberikan perumpamaan untuk hal ini dengan hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya kematian akan dijadikan dalam bentuk kambing gibas pada hari kiamat, maka diserulah penghuru surga: “Wahai ahli surga,” maka mereka menengok sambil menjulurkan lehernya, dan diserulah penghuni neraka: “Wahai penghuni neraka,” maka mereka menoleh sambil menjuluran lehernya, apa yang terjadi? Maka didatangkan kematian (dalam bentuk kambing gibas tersebut) kemudian disembelih antara surga dan neraka, lalu dikatakan: “Wahai penghuni surga kekekalan tidak akan ada kematian, dan wahai penghuni neraka kekekalan dan tidak akan binasa.” (Muttafaqun ‘alaih).
BACA JUGA: Siksa Kubur Itu Apakah Benar-benar Ada?
Dan kita semua mengetahui bahwa maut adalah sifat akan tetapi Allah akan menjadikannya benda yang berdiri sendiri, dan demikian pula amal-amal itu akan dijadikan benda lalu ditimbang. Wallahu a’lam.
(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 2/44) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


