Bayangkan hari kiamat untuk dirimu wahai yang terpedaya
Kala langit berlalu
Kala mentari siang digulung dan didekatkan
Hingga beredar di atas kepala seluruh manusia
Kala bintang-bintang berjatuhan dan berserakan
Lantas setelah itu cahayanya lenyap
Kala gunung-gunung hancur lebur karena takut
Kau melihatnya bak neraka Jahim nan mendidih
Kala gunung-gunung terlepas beserta akar-akarnya
Kau melihatnya seperti awan yang berlalu
Kala unta-unta bunting ditinggalkan dan diabaikan
Seluruh rumah ditinggalkan tanpa penghuni
Kala binatang-binatang dikumpulkan pada hari kiamat
Lalu bertanya kepada para pemiliknya, “Hendak kemana gerangan kita pergi?”
BACA JUGA: 4 Golongan Manusia dengan Kematian
Kala orang-orang muslim yang bertakwa menikahi…
Bidadari, mereka memperindah perasaan
Kala bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya ada apa dengan kondisi mereka
Atas salah apa mereka dibunuh oleh orang yang berada
Kala Sang Maha Mulia melipat langit dengan tangan kanan-Nya
Laksana melipat lembaran-lembaran kitab yang terbuka
Kala lembaran-lembaran catatan amal berjatuhan saat itu
Pada hari pembalasan itu lembaran-lembaran memperlihatkan berbagai hal
Kala lembaran-lembaran catatan amal dibagikan lalu berterbangan
Mengungkap tabir-tabir penutup orang-orang mukmin
Kala langit dilenyapkan
Kau lihat bintang-bintang langit bertebaran
Kala api neraka Jahim disulut
Mengeluarkan suara nafas panjang kepada para pemikul dosa
Kala surga-surga merias diri dan mengenakan wewangian
Untuk pemuda yang bersabar menghadapi musibah sepan-jang hidup
Kala janin melekat pada sang ibu
Karena takut diqishas dengan hati merasa gentar
Janin tanpa salah pun takut akan tindakan kejahatan
Lantas bagaimana kiranya dengan manusia yang sepanjang masa bergelimangan dosa?
BACA JUGA: Langit dan Bumi Menangis karena Kematian Seorang Mukmin Shalih
Bayangkan kala Anda berdiri tanpa busana kala amal diperlihatkan
Merasa terasing, resah dan bimbang
Saat neraka menyala-nyala karena murka dan marah…
Kepada para pendosa, dan Rabb Pemilik ‘Arsy juga murka
“Bacalah catatan amalmu wahai hamba-Ku dengan perlahan,
Apakah kau melihat adanya satu huruf pun yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya?
Kala kau baca, kau tidak akan mengingkari bacaan itu.”
Laksana pengakuan orang yang tahu segala sesuatu dengan sebenarnya
Sang Maha Mulia menyerukan: “Ambil orang itu wahai para malaikat-Ku
Bawalah dia ke neraka dengan kehausan.”
Kelak mereka akan bersama-sama berada dalam neraka yang berkobar
Sementara orang-orang mukmin menempati negeri keabadian. []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat) / Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Pustaka Dhiya’ul Ilmi / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


