JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Berkahnya Pagi Hari

Pagi hari hendaknya selalu diisi dengan zikir. Hal ini penting karena zikir bisa memberikan kekuatan pada seseorang untuk mengarungi hari tersebut. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

خضرت شيخ الإسلام ابن تيميه مرةً صلى الفجر، ثم جلس يذكر الله تعالى إلى قريب من انتصاف النهار، ثم التفت إليّ وقال: هذه غدوتي ، ولو لَم أتغذَّ هذا الغِذاء سقطت قوتي، أو كلاماً قريباً من هذا

“Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah shalat Subuh. Kemudian setelahnya beliau berzikir kepada Allah hingga pertengahan siang. Kemudian beliau menoleh kepadaku dan berkata, ‘Ini adalah aktifitas sarapanku di pagi hari. Jika aku tidak sarapan dengan makanan ini (zikir), maka kekuatanku akan hilang – atau ucapan yang semisal ini – ’” (Al Waabilus Shayyib)

Di waktu pagi, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam juga berdoa kepada Allah agar diberikan keberkahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللهم بارك لأمتي في بكورها

“Ya Allah, berilah keberkahan bagi umatku di pagi harinya.“

Salah seorang salaf yang memberikan pelajaran mengenai pentingnya waktu pagi adalah yang diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Ketika itu beliau menegur anaknya yang tidur di waktu pagi.

قُم، أتنام في الساعة التي تقسَّم فيه الأرزاق

“Bangun! Apakah Engkau tidur pada waktu di mana rezeki sedang dibagikan?”

Bagi para salafus shalih, khususnya para sahabat radhiyallahu ‘anhum, pagi hari adalah waktu untuk  bersemangat dan mengisinya dengan kebaikan. Hal ini karena mereka mengetahui tentang keutamaan yang ada di dalamnya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

4 Makna Kata Fitnah dalam Al-Quran

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (2-Habis)

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (1)

Kajian

Hukum Menjual Daster (2-Habis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *