Ada seorang perempuan yang dipanggil dengan sebutan Ummu Aiman datang kepada Nabi dan berkata, “Suamiku memanggilmu.”
Kemudian Rasulullah ﷺ menjawab, “Siapa suamimu itu? Apakah orang yang di matanya ada warna putih?” “Demi Allah, di matanya tidak ada warna putih” kata perempuan ini. Lalu dijawab lagi oleh Rasulullah, “Ya, di matanya ada warna putih. Lalu perempuan itu kembali menjawab,
“Tidak, demi Allah di matanya tidak ada warna putih.” Lalu perempuan itu kembali menjawab, “Tidak, demi Allah di matanya tidak ada warna putih.” Kemudian Rasulullah menjelaskan, “Tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada warna putih.
BACA JUGA: Pastikan Kenabian Rasulullah, Abdullah bin Salam Tanyakan 3 Perkara Ini
Ada juga seorang nenek tua yang datang dan berkata, “Doakan aku kepada Allah SWT agar memasukkan aku ke surga.” Maka Nabi ﷺ berkata kepadanya, “Wahai Ummu Fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki orang yang sudah tua.” Nenek itu pun menangis karena memahami apa adanya. Kemudian Rasulullah ﷺ memahamkannya bahwa ketika dia masuk surga tidak akan masuk surga sebagal orang yang sudah tua, tetapi berubah menjadi muda belia dan cantik. Rasulullah ﷺ membaca firman Allh SWT, “Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan, yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya.” (QS Al-waqiah: 35-37)
An-Nakhi pernah ditanya, apakah para sahabat Rasulullah ﷺ tertawa? Beliau menjawab “Ya, Mereka tertawa dan imannya di dalam hati mereka seperti gunung yang menjulang” Umar bin Khaththa pada suatu hari berkata kepada budak perempuannya, “Allah yang telah menciptakan aku dan menciptakan kebaikan, dan menciptakan kamu dan menciptakan kejahatan.” Menangislah budak ini. Umar berkata, “Tidak apa-apa Karena sesungguhnya Allah SWT menciptakan kebaikan dan Keburukan.”
BACA JUGA: Rasulullah Membuktikan Kebenaran Isra Miraj
Namun kadang-kadang seseorang itu berlebihan dalam bercanda agar orang-orang menertawakannya, bagaimana pun caranya. la tidak melihat kandungan kalimat yang ia ucapkan atau makna yang disampaikan. la lupa dengan sabda Rasulullah ﷺ ,
“Sesungguhnya seseorang yang berbicara dengan suatu pembicaraan dengan maksud supaya membuat orang lain tertawa, maka termasuk orang yang berkeinginan tinggal di neraka, yang jaraknya lebih jauh dari bintang di angkasa.” (HR at-Tirmidzi) []
Referensi: Bermalam di Surga/Karya: Dr. Hasan Basya/Penerbit:Gema Insani/Tahun: 2015
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


