JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Cara Imam Hanafi Berdagang

Hukum Mencicipi Makanan, Keutamaan Menjadi Pedagang, Imam Hanafi

Abu Hanifah yang dikenal sebagai Imam Hanafi adalah seorang pedagang pakaian. Setiap pagi, sebelum tokonya dibuka, beliau senantiasa menyortir barang dagangannya. Dipisahkan mana pakaian yang baik dengan pakaian yang buruk, pakaian yang cacat dan mana pakaian yang tidak cacat.

Semua pakaian itu dipisah-pisahkan tempatnya. Selanjunya pakaian yang cacat diberi potongan harga 50% dari harga normal dan di tempatkan terpisah dari pakaian yang masih baik.

BACA JUGA: Imam Abu Hanifah; Menuntut Ilmu kepada 4.000 Guru

Suatu hari Imam Hanafi pergi untuk berdakwah. Tokonya dititipkan pada pedagang di toko sebelahnya dengan memberikan pesan agar tidak ada pembeli yang tertipu.

Ketika kembali dari dakwahnya, rupanya barang yang cacat dijual dengan harga yang normal. Akibatnya Imam Hanafi menjadi gundah.

“Bukankah sudah kukatakan, barang-barang yang dipisahkan itu cacat dan dihargai 50% dari harga normal?” tanya Imam Hanafi.

“Benar, kau telah menyatakan, tetapi aku lupa,” jawab orang yang dititipinya.

Maka Imam Hanafi menanyakan alamat orang yang membeli pakaian yang cacat itu untuk dikembalikan lebihnya. Tapi rupanya pedagang yang dititipi tidak menanyakan alamat orang yang membeli. Maka ditanyakanlah ciri-cirinya.

BACA JUGA: Wafatnya Imam Ahmad

Selanjutnya sang Imam mencari orang itu di sekeliling kota, namun tidak ditemukan. Maka uang penjualan pakaian yang cacat itu diinfakkannya semua.

Sejak peristiwa itu Imam Hanafi tidak lagi mau menitipkan barang dagangannya kepada orang lain karena khawatir kejadian yang sama akan terulang kembali. []

Sumber: Moralitas Islam Dalam Ekonomi dan Bisnis/ Penerbit: Dr. Yan Orgianus / Penerbit: Akbarmedia,2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Ibu: Balasan Itu Sesuai Jenis Perbuatan

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Bapak: Rabb-mu Benar-benar Mengawasimu!

Ibrah

Hidup Seperti Lebah

Ibrah

Jalan Surga Imam Malik