JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Cinta yang Berlebihan, Bolehkah?

Cinta adalah hal yang wajar untuk dirasakan setiap manusia. Namun tentu saja segala sesuatu yang berlebihan itu tak baik. Ada baiknya agar kita tidak mencintai sesuatu atau seseorang dengan berlebihan.

Dari hadits Abu Hurairah ra, Rasulullah ﷺ bersabda :

احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما وابغض بغيضك هونا ما، عسى ان يكون حبيبك يوماما

“Ahbib habiibaka haunammaa, asa’an yakuuna baghidhaka yaumammaa wa abghidh baghidhaka haunammaa, asa’an yakuuna habiibaka yaumamma”

Terjemah: “Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.” [HR. At-Tirmidzi no.1997 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 178]

Dari hadist di atas, kita bisa tahu bahwa , kebahagiaan pasti datang dari rasa cinta kita terhadap Allah.

Sebab itulah kita tak perlu mencintai secara berlebihan. Pun sebaliknya. Apabila kita membenci sesuatu atau seseorang, jangan sampai timbul rasa berlebihan saat membenci. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

4 Makna Kata Fitnah dalam Al-Quran

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (2-Habis)

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (1)

Kajian

Hukum Menjual Daster (2-Habis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *