Setiap manusia tentu menginginkan kehidupan yang baik. Ada yang berharap mendapatkan kekayaan, kesehatan, keluarga yang bahagia, dan kehidupan yang penuh ketenangan. Namun, seorang Muslim seharusnya tidak hanya mengejar kebahagiaan dunia, tetapi juga memikirkan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.
Islam mengajarkan sebuah doa yang sangat indah. Doa ini mencakup permohonan kebaikan dalam kehidupan dunia sekaligus kehidupan setelah kematian.
Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Allah SWT berfirman:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).
BACA JUGA: Keadilan Pertama di Akhirat
Doa ini mengajarkan bahwa seorang Muslim boleh meminta berbagai kenikmatan dunia, tetapi tidak boleh melupakan kehidupan akhirat.
Rasulullah ﷺ juga termasuk orang yang sering membaca doa tersebut. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa doa yang paling sering dibaca Rasulullah ﷺ adalah doa memohon kebaikan dunia dan akhirat tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).
Apa Kebaikan Terbesar di Dunia dan Akhirat?
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah memberikan penjelasan menarik mengenai makna kebaikan dalam ayat tersebut.
Beliau berkata:
الْحَسَنَةُ فِي الدُّنْيَا: الْعِلْمُ وَالْعِبَادَةُ، وَفِي الْآخِرَةِ: الْجَنَّةُ
“Kebaikan di dunia adalah ilmu agama dan ibadah, sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.” (Lihat Lathaiful Ma’arif, hlm. 290).
Penjelasan ini mengingatkan kita bahwa kekayaan dan kemewahan bukanlah satu-satunya ukuran kebahagiaan. Memiliki ilmu agama yang benar dan mampu mengamalkannya merupakan nikmat yang sangat besar.
Sebab, ilmu akan membimbing seseorang untuk beribadah dengan benar dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah.
BACA JUGA: Manusia yang Mengejar Dunia
Keuntungan Terbesar Adalah Menyibukkan Diri dengan Kebaikan
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga memberikan nasihat berharga mengenai keuntungan terbesar dalam kehidupan dunia.
Beliau berkata:
أَعْظَمُ الرِّبْحِ فِي الدُّنْيَا أَنْ تَشْغَلَ نَفْسَكَ كُلَّ وَقْتٍ بِمَا هُوَ أَوْلَى بِهَا وَأَنْفَعُ لَهَا فِي مَعَادِهَا
“Keuntungan terbesar di dunia adalah ketika engkau menyibukkan dirimu setiap waktu dengan perkara yang lebih utama dan lebih bermanfaat bagimu untuk kehidupan akhirat.” (Al-Fawaid, hlm. 31).
Nasihat ini mengajarkan agar seorang Muslim tidak menghabiskan waktunya untuk perkara yang sia-sia. Waktu sebaiknya digunakan untuk menuntut ilmu, beribadah, membantu sesama, dan melakukan berbagai amal saleh.
Pada akhirnya, keuntungan terbesar bukanlah seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan, melainkan seberapa banyak kebaikan yang menjadi bekal menuju akhirat.
Semoga Allah memberikan kepada kita kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan melindungi kita dari azab neraka. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


