Letih seharian bekerja mencari nafkah.
Lelah sepanjang hari memberesi rumah.
Jelang beranjak ke pembaringan.
Sebelum mata terpejam.
BACA JUGA: Dzikir dan Syukur yang Sebenarnya
Sempatkan berdzikir jelang tidur.
Sebagaimana suatu ketika Fatimah putri Nabi pernah mengadukan tangannya lecet sebab bekerja.
Ia berharap sang Ayahanda yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi budak sebagai pembantu.
Singkat kisah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,
إذا أخذتما مضاجعكما فسبِّحا ثلاثاً وثلاثين، واحمدا ثلاثاً وثلاثين، وكبِّرا أربعاً وثلاثين
“Apabila kalian hendak beranjak tidur, maka
bertasbih-lah
سُبْحَانَ اللهِ
(Subhanallah) 33 kali,
bertahmid-lah
الْحَمْدُ لِلَّهِ
(Alhamdulillah) 33 kali, dan
bertakbir-lah
اللهُ أَكْبَرُ
(Allahu Akbar) 34 kali.
فهو خيرٌ لكما من خادمٍ
Maka hal itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.”
[HR al-Bukhari: 3705, Muslim: 2727]
BACA JUGA: Waktu Dzikir Pagi
Semenjak Ali radhiyallahu ‘anhu mendengar dzikir jelang tidur tersebut dari Nabi, beliau tidak pernah lalai meninggalkan bacaan itu. Bahkan saat malam perang Shiffin (HR. al-Bukhari)
Sejak kapan kita mendengar bacaan dzikir jelang tidur tersebut beserta keutamaannya?
Lalu mengapa sering lalai membaca, padahal kerap mengeluh lelah sehabis bekerja?
Padahal kita tidak sedang berperang yang menegangkan dan menyibukan pikiran. []
SUMBER: SAHABAT ILMU
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


