JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Hanya untuk Kaum Muhajirin

kota arab

Rasulullah ﷺ berada di Quba selama beberapa hari. Ketika hendak pergi ke Madinah, kaum Muhajirin ikut bersama beliau. Mendengar hal itu, kaum Anshar berlomba-lomba memuliakan dan menyambut mereka serta menyediakan kediaman yang baik untuk mereka.

Bahkan, untuk itu mereka berunding. Tidaklah seorang dari kalangan Muhajirin tinggal di salah satu rumah Anshar.

Kaum Muhajirin mempergunakan rumah dan harta kaum Anshar. Di sisi lain kaum Anshar berusaha berkorban semampu mereka untuk memuliakan saudara-saudara mereka dari kalangan Muhajirin.

Anas bin Malik meriwayatkan, “Kalangan Muhajirin berkata, ‘Wahai Rasulullah ﷺ, kami tidak pernah melihat ada satu kaum yang kami datangi yang mau berbagi dalam keterbatasan dan begitu murah hati saat berkecukupan. Mereka mencukupi segala kebutuhan kami dan menyertakan kami dalam kesenangan. Sampai-sampai kami khawatir seluruh pahala diborong oleh kaum Anshar’.”

BACA JUGA: Memberi seperti Sahabat Anshar, Menerima seperti Muhajirin

Mendengar hal tersebut Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak, selama kalian memuji kebaikan mereka dan mendoakan mereka.”

Selanjutnya Rasulullah ﷺ berkata kepada kaum Anshar, “Saudara-saudara kalian ini telah meninggalkan harta dan anak-anak mereka. Mereka datang kepada kalian.”

Mereka menjawab, “Harta kami bisa dibagi diantara kami.”

“Bagaimana kalau selain itu?” ujar beliau.

“Apa itu, ya Rasulullah?” tanya mereka.

Beliau berkata, “Mereka orang-orang yang tidak pandai bekerja atau bercocok tanam. Bagaimana kalau kalian cukupi mereka dan berbagi buah dengan mereka?”

“Baik,” jawab mereka.

Ketika Rasulullah ﷺ mendapatkan ghanimah Bani Nadir, beliau hendak meringankan beban Anshar. Karena itu, beliau mengutus Khabib Ibnu Qais untuk memanggil seluruh kaum Anshar. Tidak lama kemudian kaum Anshar berkumpul di sekitar Rasulullah.

Rasulullah ﷺ kemudian berdiri. Beliau bertahmid dan memuji Allah seraya menyebut kaum Anshar berikut apa yang selama ini telah mereka lakukan kepada kaum Muhajirin, kebaikan mereka memberikan rumah kepada kaum Muhajirin, serta sikap lebih mengutamakan kaum Muhajirin daripada diri mereka sendiri.

BACA JUGA:  Rasulullah dan Tukang Sapu

Selanjutnya Beliau berkata kepada kaum Anshar, “Jika mau, aku akan membagi harta rampasan perang yang Allah berikan kepadaku dari Bani Nadir antara kalian dan Muhajirin. Sementara kaum Muhajirin tetap tinggal di rumah kalian dan menerima harta kalian. Atau, jika mau, aku berikan ini semua kepada mereka dan kemudian mereka pergi dari rumah kalian.”

Seketika Saad bin Muadz dan Saad bin Ubadah, pemimpin Aus dan Khazraj bangkit berdiri. Keduanya berkata, “Tidak, akan tetapi engkau berikan kepada kaum Muhajirin saja namun mereka tetap berada di kaum di rumah kami seperti sedia kala.”

“Kami rela dan kami menerima, wahai Rasulullah!” seru kaum Anshar.

Beliau pun bersabda, “Ya Allah, kasihi Anshor. Anak-anak Anshar. Dan anak-anak dari anak-anak Anshar.”

Beliau memberikan harta tadi kepada kaum Muhajirin saja. Kecuali dua orang Anshar yang sangat membutuhkan. Mereka berdua juga diberi oleh Rasulullah. []

Sumber: Nabi Muhammad di Hati sahabat, Karya Walid Al Azhami, Penerbit Qalam, Cetakan 2016

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Khadijah Menenangkan Muhammad

Sirah

Bacalah!

Sirah

Orang-orang Quraisy dan Berhala

Sirah

Zaid bin Tsabit Mengumpulkan Al-Quran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *