JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Renungan

Manusia yang Mengejar Dunia

Muncul dalam benak suatu bayangan tentang berbagai kesulitan berat yang menimpa banyak orang. Vobaan begitu dahsyat. Begitu memuncak kesulitannya, Maha Suci Allah! Sesungguhnya Allah DSzat yang Maha Dermawan, yang selalu memberikan maaf dan berlapang dada.

Mengapa muncul cobaan-cobaan yang demikian? Ayo pertajam daya pikir. Kita akan mengetahui bahwa ada sebagian manusia yang keberadaannya seperti ketiadaannya.

Dia tidak mampu menangkap isyarat keesaannya, berbagai perintah dalam berbagai perintah dan larangan-Nya.

BACA JUGA: Harta dan Anakmu Adalah Cobaan

Mereka terus berburu harta tanpa pernah lelah dan tiada henti. Saat Dinar telah didapatkan, mereka tak lagi peduli haram atau halal. Shalat dilakukan hendaknya. jika sempat, ditunaikan. Kalau berbenturan dengan kepentingan dunia, mereka tinggalkan begitu saja.

Bahkan ada yang dengan terang-terangan bangga melakukan dosa-dosa besar. Padahal mereka tahu bahwa itu sangat dilarang. Dosanya semakin menumpuk.

Jika cobaan datang untuk membersihkan dosa, barulah mereka berteriak-teriak meminta tolong, “Apakah gerangan dosaku?”

BACA JUGA: Dunia Panggung Sandiwara

Ia lupa apa yang dilakukannya telah membuat bumi berguncang.

Barangkali ada orang tua yang tidak lagi dihormati di masa tuanya. Ia pun begitu resah. ia tidak tahu, bahwa itu akibat dosa-dosanya di masa muda. Jika Anda melihat suatu siksaan menimpa, ketahuilah bahwa itu diakibatkan dosa-dosa. []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Renungan

Memperbaiki Tobat

Renungan

Jika Engkau Bersabar

Renungan

Kunci Taufik

Renungan

Sekali Lagi, tentang Istidraj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *