JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Hukum Makanan yang Dihinggapi Serangga (2-Habis)

Pendapat ini merupakan pendapat jumhur ulama.

Ibnu Hubairah –rahimahullah- berkata:

“Mereka bersepakat bahwa semua serangga tanah adalah haram”.

Kecuali Imam Malik beliau menganggapnya makruh tidak sampai haram pada salah satu riwayat dari beliau dan pada riwayat yang lain beliau berkata: “Haram”. (Ihtilaf Aimmah Al Ulama: 2/335)

Untuk tambahan faedah silahkan baca soal nomor: 21901

Kedua:

Berdasarkan apa yang telah dijelaskan sebelumnya, maka anda wajib menyingkirkan serangga-serangga tersebut dari makanan karena keburukannya.

BACA JUGA:  Ketika Makanan Haram Masuk ke Tubuh Abu Bakar

Hal ini jika menghilangkannya menjadi memungkinkan dan tidak kesulitan; karena kemunculan serangga tersebut dan bisa dibedakan.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً رواه البخاري (3320(

“Jika ada lalat telah hinggap di minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah lalu angkatlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan yang lainnya sebagai penawarnya”. (HR. Bukhori: 3320)

Namun jika serangga ini sedikit, kecil sulit untuk dipisahkan, maka dimaafkan; karena syari’at ini datang untuk mengangkat kesulitan dan yang ada unsur kesulitannya.

Allah Ta’ala berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ البقرة /185.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS. Al Baqarah: 185)

Allah Ta’ala berfirman:

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ المائدة/6

“Allah tidak hendak menyulitkan kamu”. (QS. Al Maidah: 6)

BACA JUGA:  Makan Makanan yang Tidak Ada Label Halal, Dosakah?

Al Mawardi –rahimahullah- berkata:

“Syeikh Taqiyyuddin telah berpendapat bahwa secara umum semua najis yang sedikit itu dimaafkan, pada makanan dan yang lainnya, termasuk kotoran tikus. Telah disebutkan di dalam Al Furu’ yang artinya menjadi pilihan penulis An Nudzum, saya berkata: “Ia berkata di dalam Majma’ Al Bahrain; saya berkata: “Yang lebih utama adalah (najis tersebut) dimaafkan pada pakaian, makanan karena besarnya tingkat kesulitan, dan tidak diragukan bagi orang berakal akan tersebar merata di mana-mana, khususnya pada tempat penggilingan, tempat perasan gula, minyak, hal itu lebih sulit dijaga dari pada bekasnya tikus, darahnya lalat, dan lain sebagainya, dan kotorannya. Banyak dari kalangan rekan-rekan kami telah memilih kesuciannya”. (Al Inshaf: 2/334-335)

Wallahu A’lam. []

HABIS | SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

11 Syarat Terkabulnya Doa (2-Habis)

Kajian

11 Syarat Terkabulnya Doa (1)

Kajian

Maksud dari 'Yang Paling Baik Membayar Utang'

Kajian

6 Adab Sebelum Keluar Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *