Di penghujung bulan Ramadhan, ada tiga amalan penting yang perlu diketahui dan dilakukan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsamin menjelaskan ketiga ibadah itu yakni zakat fitrah, takbir dan shalat Idul Fitri. Ada pula satu amalan lainnya yang bisa dilakukan Rasulullah SAW di penghujung Ramadhan, yakni i’tikaf.
1-Zakat Fitrah
Zakat Fitrah ditunaikan dengan mengeluarkan satu Sha’ (kurang lebih 3 kg) bahan makanan pokok, sebagai pembersih bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa dan sebagai bahan makanan bagi orang-orang miskin. Rasûlullâh ﷺ bersabda:
BACA JUGA: Salah 1 Amalan Paling Baik di Bulan Ramadhan: Shalat Berjamaah
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
Dari Ibnu ‘Abbâs, dia berkata: Rasûlullâh ﷺ telah mewajibkan zakat Fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Karena zakat Fithri ini merupakan kewajiban kita semua, maka hendaklah kita melaksanakannya dengan benar dalam rangka mentaati perintah Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.
Dikutip dari laman Almanhaj disebutkan karena zakat Fitri ini merupakan kewajiban kita semua, maka hendaklah kita melaksanakannya dengan benar dalam rangka mentaati perintah Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.
Hendaklah kita mengeluarkan zakat untuk diri kita dan orang-orang yang berada dalam tanggungan kita. Hendaklah kita memilih bahan makanan pokok yang terbaik yang kita mampu dan yang paling bermanfaat, karena zakat ini hanya satu sha’ dalam setahun.
Dan dikarenakan juga tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu dan bisa menjamin bahwa dia akan bisa melaksanakan zakat ini lagi pada tahun yang akan datang. Apakah kita mau dan rela berbuat bakhil untuk diri kita sendiri yaitu dengan mengeluarkan zakat dari bahan makan pokok yang jelek atau yang lebih jelek dari yang kita makan atau yang paling jelek? Jawabannya, tentu tidak.
2- I’tikaf
Disunnahkan I’tikaf pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainya sepanjang tahun. Nabi ﷺ beritikaf pada sepuluh (hari) terakhir bulan Syawwal. Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi ﷺ.
يَا رَسُوْلُ اللَّه إِنْ نَذَرْتُ فِيْ جَاهِلِيَّةٍ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِيْ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ قَالَ : فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini pernah bernadzar pada zaman jahiliyah (dahulu), (yaitu) aku akan beritikaf pada malam hari di Masjidil Haram’. Beliau menjawab: ‘Tunaikanlah nadzarmu“. Maka ia pun beritikaf pada malam harinya.
BACA JUGA: Amalan Rasul di Bulan Ramadhan: Perbanyak Shadaqah, Tilawah, dan Beritikaf
I’tikaf yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan beradasarkan hadits Abu Hurairah (bahwasanya) Rasulullahﷺ sering beritikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang dimana beliau diwafatkan padanya, beliau (pun) beritikaf selama dua puluh hari.
Yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi ﷺ seringkali beritikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau ﷺ wafat. []
BERSAMBUNG | SUMBER: ALMANHAJ
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


