Al-Quran merupakan petunjuk bagi umat Muslim. Membaca bernilai ibadah dan mendapat pahala. Menjadi suatu keharusan bagi umat Muslim untuk senantiasa membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan dari al-Quran.
Hanya saja, karena banyak orang yang merasa membaca Quran adalah sebuah tuntutan, dalam membacanya pun penuh dengan kemalasan dan tidak bergairah.
BACA JUGA: Tilawah dan Shalat-nya Abbad bin Bisyr
Jika Anda sedang berada dalam keadaan yang seperti itu, lebih Anda tidak usah membaca al-Quran. Mengapa? Karena mengaji bukanlah sebuah paksaan atau pun beban. Jadi, Anda tak perlu memaksakan diri untuk mengaji dengan keadaan hati yang tidak tenteram.
Alangkah lebih baik, jika Anda mengaji dengan dorongan keinginan hati sendiri, baik itu dengan maksud ibadah maupun maksud ilmiah. Masalah apakah Anda memahaminya merupakan masalah kedua setelah masalah kelurusan niat.
BACA JUGA: 4 Tahap Menuju Nikmatnya Tilawah Alquran
Al-Quran itu membawa ketenteraman. Jika hati sedang tidak karuan harusnya kita merasa tenang dan tenteram ketika membaca al-Quran. Namun, jika dalam pikiran kita membaca Quran itu adalah sebuat tuntutan, lebih baik tidak usah membaca. Karena hal itu hanya akan membawa pada kerugian bagi diri Anda sendiri. []
Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


