JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Kandungan dan Keutamaan Surah Al-Baqarah

Surah ini dinamakan Al-Baqarah karena berisi kisah tentang perintah Allah kepada Bani Israil untuk menyembelih sapi. Kisah ini hanya ada dalam Surah Al-Baqarah. Selain itu, surah ini juga disebut dengan Surah Az-Zahra karena yang membaca surah ini akan mendapatkan cahaya di Hari Kiamat. Surah Al-Baqarah dan Surah Ali-Imran disebut dengan Surah Az-Zahrawan.

Surah Al-Baqarah terdiri dari 285 ayat menurut ulama Madinah, Mekkah, dan Syam. Adapun menurut ulama Kufah, surah ini terdiri dari 286 ayat, sedangkan menurut ulama Basrah terdiri dari 287 ayat. Perbedaan ayat terjadi hanya dalam hal peletakan nomor ayat.

Kandungan Surah Al-Baqarah

Adapun kandungan Surah Al-Baqarah terdiri dari:

Pertama, menjelaskan tentang karakter manusia dalam merespons atau menanggapi dakwah.

Kedua, menantang orang-orang yang meragukan Al-Quran untuk membuat yang semisalnya.

BACA JUGA:  Kisah di Balik Surat Al-Baqarah Ayat 259

Ketiga, menegaskan pahala yang akan diperoleh orang saleh, seperti yang dijanjikan oleh Allah.

Keempat, memuat bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah.

Kelima, berisi kisah tentang penciptaan Adam, sapi betina, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam membangun Ka’bah, serta kisah Thalut dan Jalut.

Keenam, menjelaskan hukum makanan yang halal dan haram, menjelaskan haji, qishash, wasiat, jihad, nikah, haid, talak (perceraian), penyusuan bayi, lamaran, ‘iddah, riba, saksi, dan utang piutang.

Ketujuh, perintah melaksanakan shalat, puasa, zakat, dan anjuran untuk berinfak.

Kedelapan, mencela orang-orang yang mengubah isi atau redaksi kitab suci.

Kesembilan, menerangkan masalah peralihan kiblat.

Kesepuluh, menjelaskan tentang kondisi orang kafir pada Hari Kiamat.

Kesebelas, menjelaskan keimanan.

Keutamaan Surah Al-Baqarah

Di antara keutamaan Surah Al-Baqarah adalah sebagai berikut:

Pertama, dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya, setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Kedua, dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh, setiap sesuatu punya kepala, dan kepala Al-Quran adalah Surah Al-Baqarah. Sungguh, jika setan mendengar Surah Al-Baqarah dibacakan di rumah, dia akan keluar dari rumah tersebut.” (Hadis Shahih riwayat Hakim dan Baihaqi)

Ketiga, dari Nawas bin Sam’an, Rasulullah ﷺ bersabda, “Pada Hari Kiamat, Al-Quran dan ahlinya yang mengamalkan di dunia akan didatangkan, dipimpin oleh Surah Al-Baqarah dan Surah Ali-Imran.” Rasulullah ﷺ kemudian memberikan tiga pemisalan terhadap kedua surah tersebut, dan aku tidak akan lupa selamanya. Beliau berkata, “Kedua surah itu seperti dua awan, atau dua bayangan yang cerah, atau seperti sekelompok burung, kedua surah itu akan menolong pembaca keduanya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

BACA JUGA:  Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah setiap Malam

Keempat, Abu Hurairah berkata, “Rasulullah ﷺ, ketika mengutus para sahabat, beliau menanyakan Al-Quran kepada mereka dan menanyakan hafalan Al-Quran dari tiap-tiap sahabat. Beliau mendatangi seorang sahabat yang paling muda, lalu bertanya, ‘Apa yang kamu hafal?’ Dia menjawab, ‘Aku hafal surah ini dan itu serta surah Al-Baqarah.’ ‘Apakah kamu hafal Surah Al-Baqarah?’ Rasulullah menegaskannya. Sahabat itu menjawab, ‘Ya,’ lalu Rasulullah berkata, “Pergilah dan kamu adalah kepala utusan sahabat ini.’ Seorang bangsawan di antara mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah, tidak ada yang menghalangi untuk menghafal Surah Al-Baqarah melainkan takut tidak mampu mempertahankannya.’ Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Pelajarilah Al-Quran, lalu bacalah dan ajarkanlah, karena permisalan orang yang belajar Al-Quran dan membacanya serta menjaganya seperti bejana yang ditaburi minyak testuri beraroma wangi semerbak, sedangkan orang yang belajar Al-Quran dan diam saja seperti bejana yang diikat kayu misik.'” (hadis hasan riwayat Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah)

Kelima, Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata, “Aku pernah bangun malam bersama Rasulullah ﷺ, kemudian shalat lalu membaca Surah Al-Baqarah. Beliau tidak melewati ayat kasih sayang Allah kecuali berhenti dan memohon kasih sayang-Nya, dan tidak melalui ayat (yang menerangkan) siksaan melainkan berhenti sejenak dan berdoa agar dihindarkan.” Auf bin Malik melanjutkan, “Kemudian Rasulullah rukuk, lamanya seperti ketika berdiri, sambil membaca, ‘Mahasuci dzat yang memiliki kekuasaan dan kerajaan, kesombongan dan keagungan.” Lalu sujud, dan lamanya seperti ketika berdiri, kemudian membaca seperti bacaan rukuk, kemudian berdiri kembali dan membaca Surah Ali-Imran dan surah per surah. (hadits Hasan riwayat Abu Dawud Nasa’i dan Tirmidzi)[]

SUMBER: THE GREAT QURAN | PUSAT STUDI QURAN 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Tafsir Surat Al ‘Ashr

Kajian

Anjuran Berlindung Ketika membaca Ayat Siksaan (1-Habis)

Kajian

Anjuran Berlindung Ketika membaca Ayat Siksaan (1)

Kajian

Bersyukurlah atas Makanan dan Minumanmu yang Diberikan kepadamu (2-Habis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *