JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ramadhan

Kapan Batas Shalat Tarawih?

Salat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam hari di bulan Ramadhan. Para ulama sepakat bahwa waktunya dimulai setelah shalat Isya dan setelah mengerjakan shalat sunnah ba’diyah Isya.

Dasarnya adalah praktik Nabi ﷺ dan para sahabat. Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan qiyam Ramadhan:

“Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud qiyam Ramadhan oleh para ulama adalah shalat Tarawih.

BACA JUGA:

Kapan Batas Akhir Shalat Tarawih?

✅ Jawaban Singkat:

Batas akhir shalat Tarawih adalah terbit fajar (masuk waktu Subuh).
Karena Tarawih termasuk bagian dari shalat malam (qiyamul lail), maka waktunya mengikuti waktu shalat malam secara umum, yaitu:

Setelah Isya sampai sebelum terbit fajar.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.”
(QS. Al-Isra: 79)

Ayat ini menunjukkan bahwa shalat malam berada dalam rentang waktu malam hingga datangnya fajar.

Mana yang Lebih Utama: Awal Malam atau Akhir Malam?

Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

“Barangsiapa khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia witir di awal malam. Dan barangsiapa yakin bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh malaikat) dan itu lebih utama.”

Dari hadits ini para ulama menjelaskan:

✔ Boleh Tarawih di awal malam (seperti yang biasa dilakukan berjamaah di masjid).

✔ Boleh di akhir malam.

Lebih utama di sepertiga malam terakhir, jika mampu.

Namun, praktik kaum muslimin sejak zaman sahabat di masa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah mengerjakannya setelah Isya secara berjamaah di masjid, dan itu tetap sah serta penuh keutamaan.

Bagaimana Jika Tarawih Sangat Larut Malam?

Selama belum masuk waktu Subuh, maka:

  • Shalat Tarawih tetap sah.
  • Witir tetap boleh dilakukan.
  • Tidak masalah meskipun mendekati fajar.

Namun jika sudah masuk waktu Subuh (azan Subuh berkumandang), maka waktu Tarawih telah berakhir dan tidak boleh lagi dikerjakan.

BACA JUGA:  Hukum Shalat Tarawih dengan Bacaan Panjang

Apakah Boleh Mengakhirkan Tarawih Sampai Menjelang Subuh?

Boleh, bahkan itu termasuk waktu yang sangat utama jika seseorang mampu bangun dan khusyuk.
Nabi ﷺ bersabda:

“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan…”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Karena itu, sebagian ulama salaf lebih menyukai memperpanjang qiyam di akhir malam.

Kesimpulan

🔹 Waktu Tarawih dimulai setelah Isya.
🔹 Batas akhirnya adalah sebelum terbit fajar (masuk Subuh).
🔹 Lebih utama dikerjakan di sepertiga malam terakhir jika mampu.
🔹 Jika dikerjakan setelah Isya berjamaah di masjid, itu juga sunnah dan memiliki keutamaan besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, doa, dan istighfar. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ramadhan

Beli Baju Baru untuk Lebaran, Apa Hukumnya?

Ramadhan

Jadikan Witir Sebagai Akhir Shalat Malam

Ramadhan

10 Hari Terakhir Ramadhan Malah Tidak Bersemangat?

Ramadhan

Tetap Menjawab Adzan saat Berbuka Puasa