JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Kemuliaan Orang-orang yang Berilmu

Abu Thufail menuturkan bahwa Nafi’ bin al-Harits pernah mendatangi Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. di Asfan. Nafi adalah penguasa Makkah yang diangkat oleh Khalifah Umar ra. Saat itu Khalifah Umar bin Khattab ra. bertanya, “Siapakah pemimpin daerah al-Wadi.”

Nafi menjawab, “Ibnu Abza.”

“Siapa Ibn Abza?” tanya Khalifah Umar ra. lagi.

“Ia adalah seorang qari’ KitabulLah dan seorang alim di bidang fara’idh (ilmu waris).”

Khalifah Umar ra. lalu berkata, “Sesungguhnya dengan ilmu ini Allah mengangkat beberapa kaum dan menghinakan beberapa kaum lainnya.” (HR Muslim).

Sementara itu, Ibrahim al-Harbi menuturkan fragmen berikut:

Ada seorang bernama ‘Atha bin Abi Rabbah. Ia adalah seorang budak hitam legam milik seorang wanita di Makkah. Suatu saat, Amirul Mukminin Sulaiman bin Abdul Malik bersama kedua putranya mendatangi ‘Atha. ‘Atha sedang shalat. Mereka duduk lama sekali di samping ‘Atha yang sedang shalat. Usai shalat, ‘Atha baru menoleh kepada Amirul Mukminin dan kedua putranya itu.

Mereka lalu bertanya banyak hal kepada ‘Atha terkait manasik haji. Setelah itu, Amirul Mukminin Sulaiman bin Abdul Malik berkata kepada kedua putranya, “Anakku, berdirilah!”

Mereka pun berdiri. Amirul Mukminin lalu melanjutkan, “Jangan pernah bosan kalian belajar ilmu. Sesungguhnya aku tidak akan pernah melupakan kehinaan dan kerendahan kita di hadapan budak hitam legam ini.”

Ibrahim al-Harbi menuturkan fragmen lain. Kali ini ia mengisahkan Muhammad bin Abdurrahman. Ia seorang yang cacat: hidungnya menjorok ke dalam dan dua pundaknya yang lebar. Suatu saat, ibunya berkata kepada dia, “Anakku, boleh saja dalam setiap pertemuan orang banyak kamu menjadi bahan tertawaan. Namun, kamu juga harus menjadi kebanggaan mereka. Karena itu kamu harus belajar dan mencari ilmu. Ilmu itulah yang bakal mengangkat derajatmu.”

Pada akhirnya, karena keilmuannya yang mumpuni, Muhammad bin Abdurrahman menjadi penguasa Makkah selama 20 tahun. Jika lawan debatnya sudah duduk di hadapannya, sang lawan debat itu seketika gemetar.

Imam Muslim juga pernah berkisah. Kali ini tentang Imam al-Bukhari saat beliau tiba di Naisabur, “Aku tidak pernah menyaksikan seorang gubernur dan seorang alim yang begitu dihormati oleh orang-orang Naisabur, sebagaimana Muhammad bin Ismail. Mereka menyambut kedatangannya dua atau tiga mil dari Naisabur.”

Beliau melanjutkan, “Saat al-Bukhari kembali dari perjalanan ilmiahnya, didirikanlah sebuah tenda besar di lapangan di daerah itu. Saat itu, hampir semua penduduk menyambut kedatangannya.” []

Sumber: Syaikh Ahmad Farid, Min A’lam as-Salaf, XVIII

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (2-Habis)

Ibrah

Ibadahnya Para Ulama (1)

Ibrah

Kisah Seorang Penggali Kubur (2-Habis)

Ibrah

Kisah Seorang Penggali Kubur (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *