Setiap manusia pasti memiliki kesibukan yang menyita waktu di siang hari. Ada yang sibuk bekerja, berdagang, belajar, atau mengurus rumah tangga. Namun, di balik hiruk pikuk itu, Allah Ta’ala menyediakan satu waktu yang sangat istimewa, waktu di mana doa tidak akan tertolak, pintu langit terbuka lebar, dan rahmat Allah dicurahkan dengan sempurna. Waktu itu adalah akhir sepertiga malam, ketika kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi bukti betapa agungnya waktu tersebut. Allah yang Maha Tinggi seolah “mengundang” hamba-hamba-Nya untuk mendekat, menyampaikan segala kebutuhan, keluh kesah, dan dosa-dosa mereka. Maka, siapa yang menyia-nyiakan kesempatan ini berarti telah menyia-nyiakan karunia yang amat besar.
BACA JUGA: Mengapa Harus Istighfar setelah Tahajjud?
Menyucikan Hati di Saat Sunyi
Bangun di akhir malam bukan hanya soal melaksanakan shalat tahajud, tetapi juga tentang mendidik jiwa. Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
“Aku tidak menemukan sesuatu yang lebih menenangkan hati seorang mukmin daripada shalat di waktu malam.”
Di saat malam sunyi, hati seorang hamba terbebas dari hiruk pikuk dunia. Ia bisa benar-benar khusyuk, meneteskan air mata, dan mencurahkan isi hatinya hanya kepada Allah. Inilah yang menjadikan shalat malam berbeda dengan ibadah di siang hari.
Waktu Doa Paling Mustajab
Sebagian ulama salaf berkata: “Bangunlah di malam hari untuk kebutuhanmu di akhirat, maka Allah akan cukupkan kebutuhanmu di dunia.” Perkataan ini memberi isyarat bahwa siapa yang rajin bermunajat di akhir malam, Allah akan memudahkan segala urusan dunianya tanpa harus mengejar dengan penuh gelisah.
Betapa banyak kita merasa doa kita belum terkabul, padahal kita jarang mengetuk pintu langit di waktu yang Allah janjikan. Jika kita ingin mendapatkan solusi dari masalah hidup, ingin dimudahkan rezeki, atau ingin ketenangan hati, maka akhir sepertiga malam adalah waktu terbaik untuk memohon.
Bekal Orang-Orang Shalih
Para ulama salaf terdahulu sangat menjaga shalat malam. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya ahli tahajud di malam hari, mereka adalah orang-orang yang paling lembut wajahnya di siang hari, karena mereka bersendirian dengan Allah pada malamnya.”
Wajah yang bercahaya itu bukan karena kosmetik atau perawatan, tetapi karena ketenangan hati dan dekatnya hubungan dengan Allah. Orang yang terbiasa bangun malam akan mudah berlapang dada, sabar menghadapi ujian, dan hatinya lembut kepada sesama.
BACA JUGA: Shalat Tahajjud, Haruskah Tidur Dahulu?
Penutup
Bangun di akhir sepertiga malam memang berat, karena bertentangan dengan kenikmatan tidur. Namun, justru di situlah nilainya di sisi Allah. Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata: “Aku sulit sekali mengerjakan shalat malam selama 20 tahun, tetapi setelah itu aku merasakan kelezatannya selama 20 tahun.”
Maka, jangan menunggu sampai semua urusan dunia beres untuk mulai bangun malam. Justru dengan bangun malam, urusan dunia akan terasa ringan. Mari kita berlatih sedikit demi sedikit: tidur lebih awal, bangun sebelum Subuh, lalu mendirikan shalat malam walau hanya dua rakaat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dicintai karena terbiasa bermunajat di akhir sepertiga malam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


