Kesabaran Rasul lainnya yang bisa dijadikan teladan adalah kesabaran beliau di saat putra-putrinya meninggal dunia. Anak adalah buah hati dan tumpuan harapan paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia, meskipun demikian di saat Rasul menghadapi kematian putra-putrinya, beliau tetap tabah dan bersabar.
Sebelum beliau diangkat sebagai Nabi, dua putranya; al-Qasim dan Abdullah (yang dijuluki dengan ath-Thaahir (suci) dan ath-Thayyib (bersih/bagus)) meninggal dunia. Dan setelah beliau diangkat sebagai Nabi, tiga putrinya yang bernama Zainab, Ruqayyah dan Ummu Kultsum-setelah mereka menikah-juga mendahului beliau, meninggalkan dunia ini.
Kemudian beliau dianugerahi seorang putra yang lahir dari sariirah (hamba sahaya) beliau, Mariyah al-Qibthiyyah. Dan putranya itu diberi nama Ibrahim. Sudah barang tentu kelahiran Ibrahim sangat menggembirakan beliau, karena setelah meninggalnya putra-putri beliau, lama sekali beliau tidak dikaruniai keturunan.
BACA JUGA: Ujian dan Kesabaran Nabi ﷺ
Namun umur Ibrahim tidak panjang, ia hidup selama enam belas bulan saja-atau menurut satu riwayat delapan belas bulan-kemudian jatuh sakit.
Di saat Ibrahim hendak menemui akhir hayatnya, Rasulullah ﷺ diberi tahu tentang kondisi putranya tersebut. Karena hatinya merasa berat, beliau meminta Abdurrahman bin ‘Auf untuk mengantarnya menuju rumah.
Sesampainya di rumah, beliau melihat Ibrahim yang masih mungil mengembuskan napas-napas terakhirnya di pangkuan ibunya, Mariyah al-Qibthiyyah.
Dengan hati yang sedih, beliau memangku putra kesayangannya itu dan berkata, “Wahai Ibrahim, sungguh kami sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk melindungimu dari (keputusan) Allah SWT.” Kemudian beliau terdiam.
Setelah dipastikan bahwa putranya telah tiada, air mata pun keluar dari kedua mata beliau, kemudian berkata, “Wahai Ibrahim, kalau bukan karena kebenaran (dari Allah) yang nyata, janji (dari Allah) yang pasti ditepati dan bahwa orang-orang (yang meninggal) belakangan akan menyusul orang-orang lebih dulu (meninggal), kesedihan kami atas kematianmu akan lebih hebat daripada kesedihan kami saat ini.”
Melihat kesedihan Rasul itu, Abdurrahman bin Auf r.a. bertanya, “Wahai Rasul mengapa Engkau bersikap demikian?”
“Ibnu Auf, sikapku ini merupakan rasa kasih sayang,” jawab Rasulullah ﷺ.
Kemudian Abdurrahman bin Auf melontarkan pertanyaan lainnya, dan Rasulullah ﷺ. berkata,
إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ وَلَا تَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ
“Sungguh, mata ini berlinang dan hati ini sedih, namun mulut kami tidak boleh mengeluarkan kata-kata, kecuali yang diridhai oleh Tuhan. Sungguh kami merasa sedih dengan kepergianmu, wahai Ibrahim.”
Waktu itu umur Rasul ﷺ sudah mencapai enam puluh tahun. Bersama para sahabat, beliau mengantar jenazah putranya tersebut hingga ke tempat pemakaman. Meskipun rasa sedih menyelimuti hati, beliau menerima ketetapan Allah ini dengan lapang dada. Ini adalah salah satu teladan kesabaran yang beliau ajarkan kepada umatnya.
Selama hidupnya, Rasulullah ﷺ selalu mengajarkan kepada sahabat dan umatnya untuk selalu bersabar dalam menghadapi se-tiap masalah, cobaan dan ujian.
BACA JUGA: Kesabaran Nabi Muhammad ﷺ dan Permusuhan Abu Jahal
Suatu ketika beliau mendatangi sahabat-sahabatnya dan bertanya, “Apakah kalian ini orang-orang yang beriman?”
Para sahabat diam. Kemudian Umar r.a. menjawab, “Betul, wahai Rasul.”
Lalu Rasul mengajukan pertanyaan lagi, “Apa indikator keimanan kalian?”
“Kami bersyukur bila mendapat kemudahan, bersabar bila mendapatkan ujian dan menerima dengan lapang dada ketetapan Allah SWT,” Jawab para sahabat.
Kemudian Rasul ﷺ. berkata, “Demi Zat yang memelihara Ka’bah, kalian adalah orang-orang yang beriman.” (Ihyaa Ulumiddin 4/114) []
Sumber: Akhlak Rasul, Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hisyami / Penerbit: Gema Insani Press / Cetakan Kedelapan, Dzulhijjah 1441 H / Agustus 2019 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


