Keutamaan saat imam bangkit dari ruku lalu makmum mengucap “Rabbanaa Wa Lakal Hamdu, Hamdan Katsiiran Thoyyiban Mubaarakan Fiihi
Dari Rifa’ah bin Rafi’ Az Zuraqi berkata,
كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ مَنْ الْمُتَكَلِّمُ قَالَ أَنَا قَالَ رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلَاثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ
“Pada suatu hari kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
BACA JUGA: 5 Keutamaan Berdzikir
Ketika mengangkat kepalanya dari rukuk beliau mengucapkan: ‘*Sami’allahu Liman Hamidah *(Semoga Allah mendengar punjian orang yang memuji-Nya) ‘.
Kemudian ada seorang laki-laki yang berada di belakang beliau membaca;
”Rabbanaa Wa Lakal Hamdu Hamdan Katsiiran, Thoyyiban Mubaarakan Fiihi’
(Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah)’.”
Selesai shalat beliau bertanya, “Siapa orang yang membaca kalimat tadi?”
BACA JUGA: Fadhilah Shalat Shubuh
Orang itu menjawab, “Saya.”
Beliau bersabda, “*Aku melihat lebih dari tiga puluh Malaikat berebut siapa di antara mereka yang lebih dahulu untuk menuliskan kalimat tersebut.”
(Hadits Riwayat Bukhari – 757. Shahih menurut Ijma’ Ulama) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


