JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tahukah Anda

Lalat dan Perumpamaannya dalam Al-Quran

Dalam Al-Quran, Allah membuat perumpamaan-perumpamaan dengan menggunakan nama hewan. Salah satu hewan yang dijadikan perumpamaan adalah lalat. Dalam Surah Al-Hajj (22) ayat 73, Allah Swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗوَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

Artinya: Wahai manusia, suatu perumpamaan telah dibuat. Maka, simaklah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka pun tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. (Sama-sama) lemah yang menyembah dan yang disembah.

Ayat tersebut adalah permisalan yang Allah berikan kepada kaum kafir Quraisy Makkah seperti yang disebutkan oleh Al-Mahalli dan As-Suyuthi dalam Tafsir Jalalain. Menurut Al-Mahalli dan As-Suyuthi, permisalan Allah tersebut berkenaan dengan kafir Quraisy Makkah yang masih saja menyembah berhala, hingga mereka melumurinya dengan minyak wangi seperti Zafaron. Padahal jelas-jelas berhala-berhala itu membuat makhluk yang dianggap paling kecil dan hina seperti lalat saja tidak bisa, meskipun mereka membuatnya dengan saling membantu satu sama lain.

BACA JUGA: Hukum Menyimpan Mushaf Al-Quran di Lantai

Dalam Tafsir Al-Wajiz, Wahbah Zuhayli menafsirkan ayat tersebut dengan memperinci kandungannya mengenai kelemahan-kelemahan semua pihak. Menurut Zuhayli, ayat tersebut menggambarkan keburukan peribadatan kafir Quraisy Makkah yang menyembah berhala dan menjelaskan kecacatan akal mereka. Lalat adalah hewan yang lemah. Berhala lebih lemah karena tidak bisa menciptakan seekor lalat yang lemah. Namun, yang lebih parah adalah mereka yang masih saja menyembah berhala-berhala itu. Di sinilah puncak kelemahan mereka, lemahnya akal mereka. Padahal makhluk yang lemah seperti lalat saja jika merampas sesuatu pada mereka, mereka tidak bisa merebutnya. Dengan permisalan tersebut, maka nyatalah bahwa semuanya lemah dan hanya bisa bergantung pada Allah saja.

Namun meski lalat adalah hewan yang sangat lemah, Allah tidak ragu untuk menjadikannya perumpamaan dan diabadikan dalam Al-Quran. Maka dari itu pasti terdapat kelebihan yang ada pada binatang kecil ini. Salah satunya adalah  kegesitan yang dimiliki hewan. Makhluk yang dipandang lemah, jijik, dan kotor itu, ternyata memiliki kemampuan bermanuver luar biasa yang tidak sanggup ditandingi oleh kapal perang terbesar dan tercanggih sekali pun. Lalat mampu terbang dengan cepat untuk makhluk seukuran tubuhnya.

Selain itu, lalat juga mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan gesit. Per detiknya, ia mampu mengepakkan sayap 200 hingga 400 kali. Tak heran jika ia mampu mengecoh pihak yang mengejarnya. Sungguh canggih bukan? Sampai pesawat tercanggih pun tak mampu menandingi kecepatannya. Maka, hal ini menjadi bukti dari kalimat Jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka pun tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hajj (22) ayat 73.

Tidak hanya itu, dunia sains pun telah melakukan banyak penelitian tentang lalat, termasuk dalam ilmu biologi. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam salah satu sayap lalat terdapat berbagai kuman dan mikroba yang jumlahnya mencapai 500 juta. Hal ini karena lalat seringkali masuk ke makanan-makanan basi dan tempat-tempat sampah. Jika lalat tersebut berpindah ke tempat yang bersih, ia bisa memindahkan kotoran yang ada pada sayapnya. Namun, di sisi sayap lalat yang lain, ternyata terdapat penangkal dan penawar dari kuman dan mikroba yang membawa penyakit tersebut.

BACA JUGA: 4 Makna Kata Fitnah dalam Al-Quran

Hasil penelitian tersebut menjadi bukti kebenaran hadis Nabi Saw. Sesungguhnya, Rasulullah Saw. pernah bersabda melalui riwayat Abu Hurairah:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika lalat jatuh di minuman salah seorang dari kalian, maka benamkanlah lalat tersebut, kemudian angkat kembali. Sebab, dalam salah satu sayapnya ada penyakit, sedangkan pada sayap lainnya terdapat obatnya.”

Dengan demikian, tidak serta merta Allah memberikan perumpamaan jika tak ada hikmah yang bisa dipetik dari perumpamaan tersebut. Semoga kita senantiasa diberikan kemampuan oleh Allah Swt. untuk mempelajari tanda-tanda kebesaran-Nya.[]

SUMBER: WWW.MIRACLE-OF-QURAN.COM

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tahukah Anda

Orang Cerdas Adalah Orang yang Dapat Mengendalikan Nafsu

Tahukah Anda

Siapa Lukmanul Hakim, Bukan Nabi, tapi Namanya Disebutkan dalam Al-Quran?

Tahukah Anda

10 Sahabat Nabi yang Dijanjikan Masuk Surga

Tahukah Anda

Sabar, Harta yang Tidak Bisa Dicuri

Leave a Reply