JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Lebih Utama Membaca Al-Qur’an dengan Suara Lirih

Membaca Al-Qur’an adalah salah satu ibadah paling mulia dalam Islam. Setiap huruf yang dibaca mendatangkan pahala besar dan menjadi sebab ketenangan hati bagi seorang Muslim. Namun, para ulama menjelaskan bahwa dalam sebagian keadaan, membaca Al-Qur’an dengan suara lirih atau pelan lebih utama dibandingkan dengan suara keras.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan dari Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:

الجاهِرُ بالقرآنِ كالجاهرِ بالصَّدقةِ والمُسرُّ بالقرآنِ كالمسرِّ بالصَّدقةِ

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras seperti orang yang bersedekah secara terang-terangan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara lirih seperti orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi.” (HR. At-Tirmidzi no. 2919, Abu Daud no. 1333, Al-Baihaqi. Dishahihkan oleh Al-Albani)

BACA JUGA: Bolehkah Membaca Quran sambil Tiduran?

Hadis ini memberikan isyarat bahwa membaca Al-Qur’an dengan suara pelan memiliki keutamaan yang besar, karena lebih dekat kepada keikhlasan. Sebagaimana sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi seringkali lebih utama daripada yang dilakukan secara terang-terangan, karena lebih jauh dari riya dan lebih menjaga keikhlasan hati.

Dengan membaca Al-Qur’an secara lirih, seorang hamba juga lebih mudah menghadirkan kekhusyukan. Hatinya lebih fokus merenungi ayat-ayat Allah, tanpa terganggu oleh perhatian orang lain. Bacaan yang pelan seringkali membuat seseorang lebih mampu mentadabburi makna ayat yang dibaca.

BACA JUGA:  Hukum Membaca Quran tanpa Suara

Namun demikian, para ulama menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an dengan suara keras juga memiliki keutamaan tersendiri, terutama jika bertujuan untuk mengajarkan orang lain, membangunkan orang yang lalai, atau memberi semangat kepada orang lain untuk membaca Al-Qur’an. Selama niatnya baik dan tidak mengganggu orang lain, maka hal itu tetap merupakan amalan yang mulia.

Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan keadaan dan niatnya ketika membaca Al-Qur’an. Jika membaca dengan lirih membuat hatinya lebih khusyuk dan lebih ikhlas, maka itu lebih utama baginya. Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan, karena amalan yang kecil tetapi ikhlas di sisi Allah jauh lebih bernilai daripada amalan besar yang tercampuri riya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Cara Sujud dalam Shalat yang Benar

Ibadah

Membaca Quran Itu

Ibadah

Bolehkah Lakukan Shalat Dhuha dengan Niat untuk Dapatkan Rezeki?

Ibadah

Apa Hukum Berdoa dengan Mengangkat Kedua Tangan antara Adzan dan Iqamah?