Manusia pertama yang diberi baju adalah Nabi Ibrahim AS. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata:
قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيبًا بِمَوْعِظَةِ، فَقَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تُحْشَرُونَ إِلَى اللَّهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا، كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ، أَلَا وَإِنَّ أَوَّلَ
الْخَلَائِقِ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامِ، أَلَا وَإِنَّهُ سَيْجَاءُ بِرِجَالٍ مِنْ أُمَّتِي فَيُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمَالِ، فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِي، فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ كَمَا قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ، فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ، إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، قَالَ : فَيُقَالُ لِي إِنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا مُرْتَدِّينَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ مُنْذُ فَارَقْتَهُمْ
“Rasulullah berdiri menyampaikan nasihat, beliau menyampaikan: Kalian akan dikumpulkan menghadap Allah dalam keadaan telanjang dan kulup, (kemudian beliau membaca): “Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” Ingat, manusia pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim . Ingat, beberapa lelaki umatku didatangkan, mereka dibawa ke golongan kiri lalu aku berkata: Ya Rab, mereka sahabat-sahabatku!”
Kemudian dikatakan: Kau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Lalu aku berkata seperti yang dikatakan oleh hamba yang shalih: “Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Ma’idah: 117-118)
BACA JUGA: Bagaimana Manusia Dikumpulkan di Hari Kiamat?
Dikatakan: Mereka terus mundur dan berbalik sejak aku tinggalkan mereka.” (Riwayat Al-Bukhari, hadits nomor 6526, Muslim, hadits nomor 2860)
Matahari mendekati kepala manusia, dan manusia dapat diketahui berdasarkan ukuran dosa mereka.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, matahari mendekati mereka dan mereka tenggelam oleh keringat.
Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan (تو) yaitu matahari mendekati mereka seukuran satu mil, baik sejauh jarak satu mil atau seukuran besi calak mata karena dalam bahasa arab keduanya sama-sama disebut mil, yang pasti jaraknya dekat. Bila panas matahari di dunia sangat membakar padahal terbentang jarak yang begitu jauhnya, lantas seperti apa jika mendekati kepala manusia sejauh satu mil?
Mungkin ada yang menyatakan, seperti yang diketahui pada saat ini, jika matahari bergeser mendekat seukuran satu helai rambut saja dari tempatnya niscaya bumi akan terbakar. Lalu bagaimana mungkin matahari pada hari kiamat sedekat itu kemudian seluruh makhluk tidak terbakar?
Jawaban, manusia saat dikumpulkan pada hari kiamat memiliki kekuatan berbeda, tidak seperti yang dimiliki saat berada di dunia sekarang ini, saat itu manusia lebih kuat, lebih besar dan lebih tangguh. Andai saat ini manusia berdiri selama lima belas hari di bawah terik matahari tanpa bernaung, tidak makan dan tidak minum, mustahil hal ini bisa mereka lakukan, mereka pasti mati.
Namun pada hari kiamat mereka mampu ber-tahan selama lima puluh ribu tahun, tidak makan, tidak minum dan tidak berteduh selain mereka yang diberi naungan oleh Allah, di samping itu mereka menyaksikan berbagai hal mengerikan dan huru-hara besar, tapi mereka sanggup dan tahan menghadapinya.
Coba perhatikan, bagaimana penghuni neraka mampu menahan beban yang sangat berat berikut:
كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلَتَهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا (()))
“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’: 56) – (Syarh al-Washitiyah, hal: 353)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْحِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ أَذَانَهُمْ
“Manusia berkeringat pada hari kiamat hingga menggenang di bumi sejauh tujuh puluh hasta, menenggelamkan mereka hingga (sebatas) telinga.” (Riwayat Al-Bukhari, 11/334, Muslim, hadits nomor, 2859).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْحِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ أَذَانَهُمْ
“Manusia berkeringat pada hari kiamat hingga meng-genang di bumi sejauh tujuh puluh hasta, menenggelamkan mereka hingga (sebatas) telinga.” (Riwayat Al Bukhari, 11/340, Muslim, hadits nomor 2862)
Syaikh Ibnu Usaimin menjelaskan, (يلجمهم) artinya keringat mereka mencapai bagian seperti bagian tali kekang pada kuda, yaitu mulut.
Seperti itulah batas akhir keringat yang menenggelamkan manusia, karena sebagian lainnya ada yang keringatnya mencapai dua mata kaki, lutut, pinggang, dan ada juga yang mencapai mulut seperti dijelaskan sebelumnya. Batas keringat mereka berbeda-beda.
Mereka mengeluarkan keringat karena sangat panas, karena saat itu adalah saat semus manusia berdesakan dan menghadapi kesulitan, matahari mendekat sehingga manusia mengeluarkan keringat seperti itu pada hari itu, namun kondisi mereka berdasarkan amal perbuatan masing-masing
Jika ada yang bertanya, kenapa bisa seperti itu sementara mereka berada dalam satu tempat yang sama?
Jawaban, masalah ini adalah masalah ghaib, kita wajib beriman dan mempercayai hal tersebut tanpa harus bertanya kenapa. sebab itu semua terjadi di luar kemampuan akal kita, mustahil kita mengetahui hal semacam ini dengan akal.
Coba anda pikirkan, misalkan ada dua jenazah yang di kubur dalam satu makam yang samaj salah satunya orang mukmin sementara yang lain orang kafir, si mukmin mendapatkan kenikmatan seperti yang layak ia dapatkan, sementara si kafir layak mendapat siksa seperti yang berhak ia peroleh padahal keduanya berada dalam makam yang sama. Seperti itu juga halnya dengan masalah keringat pada hari kiamat.
Jika Anda bertanya, apakah Allah bilang mereka yang keringatnya hingga mencapai hidung di kumpulkan dalam satu tempat, mereka yang keringatnya sampai kedua mata kaki dikum pulkan dalam satu tempat, mereka yang keringatnya mencapai kedua lutut dikumpulkan dalam satu tempat, mereka yang keringatnya sampai pinggang dikumpulkan dalam satu tempat dan seterusnya?
BACA JUGA: 3 Keadaan di Hari Kiamat
Jawaban, kita tidak bisa memastikan seperti itu, Wallahu a’lam. Namun bisa saja kita katakan, orang yang keringatnya mencapai mata kaki berada di dekat orang yang keringatnya mencapai hidung, toh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ini sama seperti cahaya yang berjalan di hadapan dan di sebelah kanan orang-orang mukmin saat berada dalam kegelapan. Kita wajib mempercayai hari kiamat dan apa pun yang terjadi saat itu. Sementara pertanyaan kenapa dan bagaimana, itu bukan urusan kita.” (16 Syarh al-Washitiyah, hal: 345-355)
Diriwayatkan dari Miqdad, ia berkata:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارٍ مِيل، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ أَمُ الْمِيلَ الَّذِي تَكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَاهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْحِمُهُ
الْعَرَقُ الْجَامًا، قَالَ : وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ
“Aku mendengar Rasulullah bersabda: Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada seluruh makhluk hingga seukuran satu mil. Salim bin Amir -perawi hadits ini dari Miqdad berkata: Aku tidak tahu apa yang dimaksud satu mil di sini, apakah ukuran jarak ataukah mil yang digunakan untuk calak mata? Keringat manusia berdasarkan amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang (keringat-nya) mencapai kedua mata kaki, ada yang mencapai kedua lutut, ada yang mencapai pinggang dan ada juga yang mencapai mulut. Rasulullah menunjuk mulut beliau.” (Muslim, hadist Nomor 2864). []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian) Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/November 2017 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


