JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muththalib

Rasulullah, Ibrahim bin Adham, Umar bin Khattab, Abu Bakar

Di tengah suhu yang diliputi awan kezaliman dan penindasan, tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang menyinari jalan, yaitu masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muththalib. Dia masuk Islam pada penghujung tahun ke-6 dari kenabian, lebih tepatnya pada bulan Dzulhijjah.

Mengenai sebab keislamannya adalah bahwa suatu hari. Abu Jahal melewati Rasulullah di bukit Shafa, lalu dia menyakiti dan menganiaya beliau. Rasulullah diam saja, tidak berbicara sedikit pun kepadanya. Kemudian dia memukuli tubuh beliau dengan batu di bagian kepala. sehingga memar dan darah mengalir.

BACA JUGA:  Ketika Nabi Menyampaikan Kebenaran secara Terang-terangan dan Reaksi Orang-orang Musyrik

Selepas itu, dia pulang menuju tempat pertemuan kaum Quraisy di sisi Ka’bah dan berbincang dengan mereka. Kala itu, budak wanita Abdullah bin Jud’an berada di kediamannya di atas bukit Shafa dan menyaksikan pemandangan yang belum lama terjadi.

Kebetulan, Hamzah datang dari berburu dengan menenteng busur panah. Maka dia langsung memberitahukan kepadanya tentang perlakuan Abu Jahal tersebut.

Menyikapi hal itu, sebagai seorang pemuda yang gagah lagi punya harga diri yang tinggi di kalangan suku Quraisy, Hamzah marah berat dan langsung bergegas pergi dan tidak peduli dengan orang yang menegurnya.

Dia berkonsentrasi mempersiapkan segalanya bila berjumpa dengan Abu Jahal dan akan memberikan pelajaran yang paling pahit kepadanya. Maka, ketika dia masuk Masjidil Haram, dia langsung tegak persis di arah kepala Abu Jahal sembari berkata, “Hai si hina dina! Engkau berani mencaci maki keponakanku padahal aku sudah memeluk agamanya?” Kemudian dia memukulinya dengan gagang busur panah dan membuatnya terluka dan babak belur.

Melihat hal itu, sebagian orang-orang dari Bani Makhzum-yakni, dari suku Abu Jahal-terpancing emosinya, demikian pula dengan orang-orang dari Bani Hasyim, dari suku Hamzah. Abu Jahal melerai dan berkata, “Biarkan Abu Imarah (julukan Hamzah)! Sebab, aku memang telah mencaci maki keponakannya dengan cacian yang amat jelek.”

BACA JUGA:  Masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib

Keislaman Hamzah pada mulanya adalah sebagai pelampiasan rasa percaya diri seseorang yang tidak sudi dihina oleh tuannya, namun kemudian Allah melapangkan dadanya. Dia kemudian menjadi orang yang berpegang teguh dengan ‘tali yang kokoh’ (Islam) dan menjadi kebanggaan kaum Muslimin. []

Sumber: Sirah Rasulullah, Sejarah Hidup Nabi Muhammad ﷺ / Penulis: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/ Penerbit: Ummu Qura

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

6 Jiwa Suci dari Bumi Yatsrib

Sirah

Kabilah-kabilah yang Ditawari Islam

Sirah

Tertidur saat Ingin Menonton

Sirah

Di Depan Pendeta Bahîrâ