Setiap orang beriman tentu tidak ingin masuk surga sendirian. Hati seorang mukmin selalu berharap agar orang-orang yang ia cintai juga mendapatkan ampunan Allah dan meraih kebahagiaan yang sama di akhirat. Karena itu, dalam kehidupan rumah tangga, ada harapan besar agar seluruh anggota keluarga saling menolong dalam kebaikan dan ibadah. Terlebih lagi pada malam-malam yang sangat mulia di penghujung bulan Ramadhan.
Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadr. Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan teladan yang luar biasa dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.
BACA JUGA: Mencari Kemuliaan Lailatul Qadar
Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر الأواخر من رمضان شد مئزره، وأحيا ليله وأيقظ أهله
Artinya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila memasuki sepuluh akhir Ramadhan, beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak hanya beribadah sendiri, tetapi juga mengajak keluarganya untuk meraih keutamaan yang sama. Beliau membangunkan mereka agar turut menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an.
Para ulama menjelaskan bahwa sikap ini menunjukkan perhatian besar Nabi terhadap keselamatan keluarga di akhirat. Imam An-Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa sunnah bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir dan mengajak keluarganya melakukan hal yang sama.
BACA JUGA: Ramadhan, Waktu Investasi dengan Sang Pemilik Modal
Inilah gambaran rumah tangga yang penuh berkah: saling mengingatkan dalam ibadah dan bersama-sama mengejar ampunan Allah. Seorang suami membangunkan istrinya, orang tua membangunkan anak-anaknya, semuanya bangkit untuk menghadap Rabb mereka di keheningan malam.
Karena itu, ketika sepuluh malam terakhir Ramadhan tiba, jangan hanya memikirkan diri sendiri. Bangunkan keluarga dengan lembut, ajak mereka shalat malam, berdoa, dan berharap agar seluruh anggota keluarga mendapatkan ampunan Allah.
Bukankah kebahagiaan terbesar adalah ketika kita dapat berkumpul kembali bersama keluarga di surga-Nya? []
RUJUKAN: SAHABAT ILMU
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


