JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Orang-Orang Fakir Masuk Surga Terlebih Dahulu Sebelum Orang-Orang Kaya

Ahmad menuturkan, Affan bercerita kepada kami, Hammad bin Salamah bercerita kepada kami, dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

تدخل لقراء المسلمين الجنة قبل أغْنِيائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ، وَهُوَ خَمُسْمِائَةِ عام

“Orang-orang fakir kaum muslimin masuk surga setengah hari lebih dulu sebelum orang-orang kaya di antara mereka, yaitu lima ratus tahun (waktu di dunia).” (HR. At-Tirmidzi (IV/2353, 2354), Ibnu Majah (II/4122).

Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Amr Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”

Hadits ini memiliki sejumlah jalur riwayat dari Abu Hurairah. Di antaranya diriwayatkan Ats-Tsauri, dari Muhammad bin Zaid, dari Abu Hazim. dari Abu Hurairah, dari Rasulullah, beliau bersabda, “Sungguh, orang-orang fakir kaum mukminin masuk surga setengah hari lebih dulu dari orang-orang kaya di antara mereka. Dan (setengah hari) itu selama lima ratus tahun (waktu di dunia). “Dan seterusnya secara panjang lebar

BACA JUGA:  Pintu Surga Paling Mudah: Orangtuamu

Ahmad menuturkan, Abu Abdurrahman bercerita kepada kami. Halwah-bin Syuraih-bercerita kepada kami. Abu Hani mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Abu Abdurrahman Al-Habli berkata, aku mendengar Abdullah bin Umar berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda:

إن فقراء المُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ الأَغْنِيَاء يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا

“Sesungguhnya, kaum fakir Muhajirin mendahului orang-orang kaya pada hari Kiamat ke surga selama empat puluh tahun.” (Muslim (IV/kitab, /kitab, zuhud, hadits nomor 37), Ahmad (II, hal: 169).

Demikian halnya riwayat Muslim dari Abu Hani Hamid bin Hani, dengan matan yang sama.

Ahmad menuturkan, Husain-bin Muhammad-bercerita kepada kami. Dawud-bin Nafi-bercerita kepada kami, dari Muslim bin Bisyr. dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Dua orang mukmin bertemu di pintu surga, orang mukmin kaya dan orang mukmin fakir. Keduanya bersama-sama di dunia, Si fakir kemudian dimasukkan ke dalam surga, sementara yang kaya ditahan selama yang Allah kehendaki, lalu setelah itu dimasukkan ke dalam surga. Si fakir kemudian menemuinya lalu bertanya, Wahai saudaraku! Apa yang menahanmu? Demi Allah, kau tertahan (lama sekali) hingga aku mengkhawatirkanmu. Si kaya menjawab, “Wahai saudaraku! Setelah bertemu denganmu, aku ditahan secara mengerikan dan tidak menyenangkan. Aku baru sampai kepadamu setelah keringatku mengalir yang jika didatangi seribu unta yang semuanya memakan tanaman pahit, tentu mereka kembali dalam keadaan puas.” (HR. Ahmad (1/304). Syaikh Ahmad Syakir berkata, “Sanadnya menurut saya bermasalah.” المحض : أكلت حمضا adalah setiap tanaman pahit atau asin yang berdiri di atas batang dan tidak memiliki akar. Bagi hewan, tanaman seperti ini seperti buah-buahan bagi manusia راوية : puas darinya روي من الماء artinya minum air hingga puas)

Disebutkan dalam kitab Ash-Shahihain, dari hadits Abu Utsman An-Nahdi, dari Usamah bin Zaid, Rasulullah bersabda, “Aku berdiri di depan pintu surga, ternyata sebagian besar yang memasukinya orang-orang miskin. Dan aku berdiri di depan pintu neraka, ternyata sebagian yang memasukinya kaum wanita.” (HR. Al-Bukhari (XI/6547), Muslim (IV, kitab, zikir, hadits nomor 93).

Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, dari hadits Maslamah bin Zurair, dari Abu Raja, dari Umran bin Hushain, dengan matan serupa. Hadits ini juga diriwayatkan Abdurrazzaq, dari Ma’mar, dari Abu Qatadah, dari Abu Raja Umran bin Milhan, dari Umran bin Hushain, aku mendengar Rasulullah bersabda, “Aku melihat surga, lalu aku melihat sebagian besar penghuninya orang-orang fakir. Dan aku melihat neraka, lalu aku melihat sebagian besar penghuninya kaum wanita.” (Al-Bukhari (XI/6546)

Muslim meriwayatkan dari Syaiban bin Farukh, dari Abu Asyhab, dari Abu Raja dari ibnu Abbas, bahwa Rasulullah melihat neraka, lalu beliau melihat sebagian besar penghuninya kaum wanita, dan beliau melihat surga lalu beliau melihat sebagian besar penghuninya orang-orang fakir. (Muslim (IV/kitab; zikir, hadits nomor 94).

Malik meriwayatkan hadits ini dari Yahya bin Sa’id secara mursal. Selanjutnya. Malik meriwayatkan dari hadits Shalih Al-Mizzi, dari Sa’id Al-Hariri, dari Abu Utsman Al-Harawi, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Jika pemimpin kalian adalah orang-orang yang terbaik di antara kalian, orang-orang kaya kalian adalah orang yang paling dermawan di antara kalian, dan urusan kalian diputuskan dengan musyawarah di antara kalian, maka bumi bagian luar lebih baik bagi kalian daripada perut bumi. Dan jika pemimpin kalian adalah orang-orang yang paling jahat di antara kalian, orang-orang kaya kalian adalah orang-orang yang paling bakhil di antara kalian, dan urusan kalian diserahkan kepada wanita-wanita kalian, maka perut bumi lebih baik bagi kalian daripada luar bumi.” (At-Tirmidzi (IV/2266).

Setelah itu Malik berkata, “Hadits ini gharib. Kami hanya mengetahuinya dari hadits Shalih Al-Mizzi la memiliki hadits-hadits gharib yang tidak diriwayatkan oleh jalur lain. la adalah orang saleh.”

Imam Ahmad menuturkan, Khalaf bin Walid bercerita kepada kami. Ubbad bin Ubbad bercerita kepada kami, dari Khalid bin Sa id, dari Abu Radad, dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah bersabda, “Sungguh, kabilah Mudhar akan menyerang hamba-hamba Allah hingga Allah tidak disembah. Dan kaum mukminin akan menyerang mereka hingga mereka tidak terlindungi.”

(HR Ahmad (III, hal: 87) dengan lafal: “Sungguh, kabilah Mudhar akan menyerang hamba-hamba Allah hingga tidak ada satu pun nama Allah yang disembah, dan sungguh kaum mukminin akan menyerang mereka hingga mereka tidak mampu melindungi talang air sekalipun.” Hadits ini disebut Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawa id (VII, hal: 313) dan berkata, “Di dalam sanad hadits ini ada Mujalid bin Sa’id. la dinyatakan tsiqah oleh An-Nasai, dan didhaifkan oleh jamaah ahli hadits, sementara perawi-perawi lainnya tsiqah.” Saya katakan, “Hadits ini dikuatkan sejumlah hadits lain.” )لا يسع ذنب تلعة( : maksudnya mereka tidak mampu melindungi apapun. تلمة adalah kata tunggal dari artinya talang aliran air)

Hanya Ahmad yang meriwayatkan hadits ini melalui jalur ini. Ahmad menuturkan. Abdush Shamad bercerita kepada kami, Hammad bin Salamah, bercerita kepada kami, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Anas, dari Nabi, beliau bersabda, “Kiamat tidak terjadi hingga orang-orang saling membanggakan masjid-masjid.” (HR. Ahmad (III, hal: 143), Abu Dawud (1/449), Ibnu Majah (1/739)

Abu Dawud, An-Nasa’l, dan Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits ini dari Hammad bin Salamah, dari Ayyub, dari Abu Qilabah Abdullah bin Zaid Al-Jurumi. Abu Dawud menambahkan, dari Qatadah. Keduanya dari Anas, dari Nabi Tanda-tanda kiamat akan disebutkan selanjutnya dalam hadits Ibnu Mas’ud. Disebutkan di dalamnya. “Mihrab-mihrab berhias indah sementara hati-hati rapuh.”

Imam Ahmad menuturkan, Yazid bin Marwan bercerita kepada kami. Syuraik bin Abdullah mengabarkan kepada kami, dari Utsman bin Umar, dari Zadan Abu Umar, dari Alim, ia berkata:

Suatu ketika kami duduk di atap rumah. Turut serta bersama kami seorang shahabat Nabi. Yazid berkata, “la tidak lain adalah Anas Al-Ghifari.”

BACA JUGA:  Jalan Menuju Surga

Ketika orang-orang pergi karena wabah tha ‘un, Anas berujar, “Wahai tha’un, seranglah aku!” la mengucapkannya sebanyak tiga kali.

Alim lalu berkata padanya, “Kenapa kau mengucapkan seperti itu? Bukankah Rasulullah pernah bersabda,’ Janganlah seseorang di antara kalian mengharap kematian, karena saat (mati), amalannya terputus dan ia tidak dikembalikan lagi (ke dunia) sehingga (tidak dapat) memohon ampunan’.” (Hadits ini bersumber dari Ahmad, Al-Bukhari, dan An-Nasa i, dari Abu Hurairah, dengan matan serupa)

Anas berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Segeralah mati sebelum didahului enam hal: kepemimpinan orang-orang bodoh, banyaknya syarat, hukum diperjualbelikan, darah tertumpah dengan mudah, saling memotong tali silaturrahmi, dan adanya sekelompok orang yang menjadikan Al-Qur’an bagaikan seruling, mereka mempersembahkan (orang yang pintar melagukan Al-Qur’an) kepada manusia yang dengannya mereka membuat semuanya lalai, walaupun dia adalah orang yang tidak mengerti persoalan agama’.” (HR. Ahmad (III, hal 494). Juga diriwayatkan Ath-Thabrani dari Abis Al-Ghifari)

Hanya Ahmad yang meriwayatkan hadits ini. []

Sumber: Bencana dan Perangan Akhir Zaman (An-nihayah fil fitan wal malähim) / Penulis: Ibnu Katsir / Penerbit: Ummul Qura / Cetakan 1: Mei 2015 M/Sya’ban 1435 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Lapangnya Kubur Orang-orang Mukmin Sesuai dengan Amal-amal Mereka

Yaumul Hisab

Kini Radio, HP, TV, Bisa Bersuara, Besok Tangan Anda

Yaumul Hisab

Perjalanan Ruh setelah Mati

Yaumul Hisab

Untuk Siapa Kamar-kamar di Surga?