JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Pengeksekusian Musailamah Al Kadzdzab

Imam Hasan Al-Bashri, Musailamah Al Kadzdzab

Diriwayatkan dari Az-Zuhri, dia berkata, “Khalid menyerang Musailamah dan pengikut-pengikutnya dari bani Hunaifah. Pada saat itu mereka adalah suku yang paling banyak jumlahnya dan paling kuat. Dalam penyerangan itu banyak orang yang mati syahid dan Allah mengalahkan bani Hunaifah, sedangkan Musailamah terbunuh secara mengenaskan dalam keadaan tertombak.

Diriwayatkan dari Musa bin Anas, dari ayahnya, ia berkata: Pada waktu perang Yamamah, Tsabit bin Qais masuk barisan dengan penuh semangat, lalu dia berdiri dan mendatangi barisan ketika orang-orang sedang mengalami kekalahan. Dia berkata, “Beginilah seharusnya kita menghadapi musuh.” Dia lalu menyerang musuh seraya berkata, “Alangkah buruk cara kalian berperang Kita dulu tidak seperti ini ketika berperang bersama Rasulullah Akhimya ia menemui ajalnya sebagai syahid.

Diriwayatkan dari Az-Zuhri, dia berkata, “Kemudian bani Hunaifah memberikan bantuan kepada penduduk Yamamah sebanyak enam ribu tentara di benteng mereka, hingga mereka menyerang tentara Khalid, namun akhimya Khalid mempermalukan mereka.”

Diriwayatkan dari Urwah, ia berkata, “Ketika bani Hunaifah mengalami kekalahan, mereka lari menuju benteng dan memasukinya. Khalid kemudian mengepung mereka. Akkhimya Muja’ah (pimpinan mereka) berdamai dengannya dengan syarat mereka hanıs membayar emas, perak, mata rantai, kuda, budak, dan sebagainya. Mereka pun memenuhinya.”

Salamah bin Umair Al Hanafi berkata, “Wahai bani Hunaifah, berperanglah dan janganlah berdamai dengan Khalid, karena benteng kita kuat, makanan kita banyak, dan wanita-wanita sudah datang Muja’ah lalu berkata, “Janganlah kalian menaatinya, karena dia sedang keracunan” Mereka kemudian menaati Muja’ah. Setelah itu Khalid mengajak mereka masuk Islam agar mereka bebas dari tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Sebagian besar dari mereka lalu masuk Islam.

Perang Juwatsa

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA mengirim Al Ala’ bin Al Khadhrami ke Bahrain karena penduduknya telah banyak yang murtad, kecuali beberapa orang yang masih tetap berpegang teguh kepada Islam bersama Al Jarud. Pasukan Al Ala kemudian bertemu dengan pasukan mereka di Juwatsa, hingga dia berhasil mengalahkan mereka.

BACA JUGA:  Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Rasulullah ﷺ

Ibnu Ishaq berkata, “Al Ala kemudian mengepung mereka di Juwatsa hingga orang-orang Islam hampir binasa karena keletihan. Banyak dari mereka yang pingsan ketika malam harinya mereka di benteng, hingga akhirnya Al Ala mengarantina mereka.”

Dalam peperangan itu, Abu Bakar mengirim Ikrimah bin Abu Jahal ke Oman, yang penduduknya juga banyak yang murtad, serta Muhajir bin Abu Umayah Al Makhzumi ke penduduk Nujair yang murtad, sedangkan Ziyad bin Lubaid Al Anshari kepada kelompok lain yang murtad. Nujair adalah benteng yang berada di Yaman, yang berada dekat Khadramaut yang di dalamnya banyak orang murtad, yang dipimpin oleh Asy’ats bin Qais.

Setelah selesai memerangi orang-orang murtad, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengirim Khalid bin Walid ke negri Bashrah, yang dinamakan dengan negeri Hindia. Khalid kemudian berjalan bersama orang-orang Yamamah ke negeri Bashrah. Dia pun menyerang Abullah” lalu menaklukkannya. Kemudian dia masuk negeri Maisan”, mengalahkannya, memperoleh banyak harta rampasan, dan memperoleh tawanan. Abullah adalah negeri yang berada di pinggir laut Basrah Besar di pinggir teluk. Sedangkan Maisan adalah nama desa luas yang di dalamnya banyak dusun-dusun yang dekat dengan Bashrah. Di tengah-tengahnya adalah Maisan.

Setelah itu dia melanjutkan perjalanan ke Sawad, memasuki daerah Kaskar dan Zandawar”. Setelah Qutbah bin Qatadah As-Sadusi menguasai Bashrah dan Khalid berdamai dengan penduduk Ulais¹¹ dengan syarat harus membayar seribu dinar yang dibayar pada setiap bulan Rajab setiap tahun, Khalid menaklukkan Nahru Malik (Yaitu desa luas di Baghdad setelah Nahr Isa). Ibnu Buqailah, penguasa Hirah lalu berdamai dengannya, dengan syarat membayar 90. 000 dinar. Setelah itu dia menuju penduduk Ambar dan berdamai dengan mereka.”

Kaskar adalah desa luas yang berada di tengah-tengah antara Kufah dan Basrah. “Zandawar adalah kota yang berada di tengah-tengah setelah Basrah. Adapun Ulais adalah tempat yang di dalamnya terjadi pertempuran antara orang-orang Islam dengan Persi.

Dia lalu mengepung Ainu Tamr (daerah yang berada di dekat Ambar, Barat Kufah)., menguasainya, menyerang, dan menawan Muhammad bin Jarir Ath-Thabari berkata, “Ketika Khalid selesai menundukkan kota kota Kisra yang ada di Irak, baik dengan perdamalan maupun peperangan, dia keluar pada tanggal 25 Dzulqa’dah untuk menunaikan ibadah haji bersama sekelompok orang melalui beberapa negeri (tanpa pernah dilalui sebelumnya) hingga sampai Makkah, hingga dia menemukan jalan yang belum pernah dilaluinya. Dia lantas berjalan dari jalan Hirah yang tidak pernah dilihatnya, lebih menakjubkan dan lebih sulit darinya. Hanya beberapa saat meninggalkan tentara, sampai-sampai tidak seorang pun tahu bahwa dia telah melaksanakan ibadah haji kecuali setelah beliau kembali.

Ketika Abu Bakar tahu bahwa dia mengerjakan ibadah haji, beliau pun mencelanya dan menghukumya dengan mengarahkannya ke negeri Syam. Ketika surat Abu Bakar itu sampai kepadanya tatkala dia baru sampai dari melaksanakan ibadah haji di Hirah, Abu Bakar menyuruhnya agar pergi ke Syam hingga akhirnya dia bersama sekelompok kaum muslimin yang ada di Yarmuk, pergi menuju Syam. Dalam surat itu Abu Bakar berkata, “Jangan mengulangi hal seperti ini lagi.”

Aku berkata, “Perintah Abu Bakar dalam surat agar pergi ke Syam terjadi pada awal tahun 13 H.”

Khalid kemudian berjalan bersama tentaranya dari Irak menuju Syam melalui jalan darat, dan di sana mereka nyaris mati kehausan.

Peristiwa Tahun 13 Hijriyah

Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Abu Bakar selesai menunaikan ibadah haji, dia mengutus Amr bin Al Ash menuju Palestina, serta mengutus Yazid bin Abu Sufyan, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, dan Syurhabil bin Hasanah ke Bulaqa’.”

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa mereka berkata, “Ketika Abu Bakar mengirim pasukan ke Syam pada awal tahun 13 H, bendera yang pertama kali dikibarkan adalah bendera Khalid bin Sa’id bin Al Ash, kemudian diturunkan sebelum Khalid pergi.”

Dikatakan bahwa Khalid diturunkan setelah satu bulan berjalan. Abu Bakar kemudian menulis surat kepada Khalid, dia pun pergi ke Syam. Dia menyerang Ghasan di tanah lapang yang penuh pepohonan. Dia terus berjalan hingga sampai di sungai Busra. Abu Ubaidah maju dan kedua temannya menemaninya hingga mereka berdamai dengan penduduk Busra

Busra adalah daerah Syam yang pertama kali mereka taklukkan. Pada saat itu Khalid berdamai dengan penduduk Tadammur.

BACA JUGA: Mimpi Abu Bakar sebelum Masuk Islam

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian mereka semua berjalan menuju Palestina, hingga mereka bertemu dengan pasukan Ajnadain di daerah antara Ramallah dengan Baitu Jabrin. Semua pasukan berada di bawah komandonya. Ada yang mengatakan bahwa Amr yang memimpin mereka semua hingga orang-orang musyrik dikalahkan.”

Al Waqidi berkata, “Yang kuat menurut kami adalah, perang Ajnadain terjadi pada bulan Jumadil Ula. Abu Bakar diberi kabar gembira tentang masalah itu pada saat menjelang wafatnya.”

Perang Maraj Ash-Shafar

Khalifah berkata, “Peristiwa itu terjadi pada tanggal 18 atau 17 Jumadil Ula, yang dipimpin oleh Kalhid bin Sa’id.”

Sa’id bin Abdul Aziz berkata, “Mereka bertemu di atas sungai di Thahunah, hingga orang-orang Romawi pada saat itu banyak yang terbunuh Darah mereka mengalir di sungai dan pasukan Islam memperoleh kemenangan.”

Pada saat itu Ummu Hakim membunuh tujuh orang Romawi dengan tiang jemurannya. []

Sumber: Nuzhatul Fudhala’ Tahdzih Siyar A’lam An-Nubala (Ringkasan Siyar A’lam An-Nubala) / Penulis: Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi / Penerbit: Pustaka Azzam / Cetakan Kedua, Juni 2011

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Detik-detik Umar bin Khattab Masuk Islam

Sirah

Zainab binti Jahsy: Wanita Bertangan Panjang yang Menyusul Rasulullah

Sirah

Keimanan Abu Bakar yang Luar Biasa

Sirah

Zaid bin Haritsah: Anak Angkat Rasulullah ﷺ